BERITAPEDOMAN.com – Baru-baru ini pembajakan akun WhastApp kembali terjadi.

Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Barat (Jabar) mendapat laporan tentang adanya konten ajakan jihad melalui akun WhatsApp atas nama Muhammad Luthfi Indrawan yang telah dibajak.

Seperti dilansir dari Tempo.com, hacker tersebut, mengatasnamakan korban dengan mengedarkan pesan ke grup-grup WhatsApp yang berisi ajakan untuk jihad, karena KPK dilemahkan dan dizolimi oleh para wereng cokelat alias thogut.
Namun, tahukah Anda bagaimana meminimalisir agar aplikasi pesan Anda tidak bisa dibajak?

Juru Bicara Facebook Indonesia, menjelaskan bahwa kemungkinan akun WhatsApp dibajak karena ada fitur keamanan yang tidak diaktifkan.
“Kemungkinan terbesar adalah peretas daftar aplikasi WhatsApp pakai nomornya pengguna. Karena fitur two factor authentication-nya tidak diaktifkan, jadi tidak ada proses verifikasinya,” ujar Juru Bicara Facebook Indonesia, Juli 2019 lalu.
Untuk mengaktifkan fitur verisikasi dua faktor pengguna, cukup membuka ikon tiga titik di kanan atas, lalu pilih Setelan atau Pengaturan.
Kemudian pilih Akun, yang di dalamnya terdapat beberapa pilihan untuk membuat akun aman.
Setelah itu ketuk pilihan Verifikasi dua langkah, jika mengaktifkannya, pengguna akan diminta untuk memasukkan PIN atau password untuk verifikasi, sehingga ketika ada orang lain yang mendaftarkan nomor pengguna WhatsApp, maka PIN verifikasi akan dikirimkan melalui pesan SMS.
Comment