Ini Rahasia Kenapa Masyarakat Taat Aturan Ini Pilih Gunakan Elpiji Non Subsidi

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Masyarakat Sulsel yang berani move on menggunakan energi sesuai peruntukannya ternyata memiliki alasan tersendiri menggunakan elpiji non subsidi.

Dari penuturan yang diambil sampelnya secara langsung mulai pengusaha mikro, masyarakat mampu, bahkan ibu rumah tangga yang juga wanita karir, reratanya mengakui memilih elpiji non subsidi, karena selain menaati aturan ESDM No 26 Tahun 2009 dan imbauan Pemprov Sulsel mengenai elpiji 3 kg yang tidak boleh lagi digunakan oleh ASN, orang berpenghasilan di atas Rp1.500 ribu dan pelaku usaha mikro.

Juga dikarenakan lebih hemat dan tidak rempong ganti-ganti elpiji dalam waktu singkat dan hal itu menghemat pengeluaran dan waktu.

Bahkan seorang ibu Rumah Tangga yang juga salah satu pewarta media nasional, Lina Herlina, mengakui dirinya sudah lama move on elpiji. Bahkan Bright gas 12 kg telah lama digunakannya.

“Saya gunakan Bright Gas itu pas dipasarkan pertama kalinya di Sulsel. Saat itu saya tukar secara langsung. Apalagi jauh lebih irit dan saya pakai sampai berbulan-bulan. Daripada gunakan elpiji 3 kg yang sedikit-sedikit ganti. Saya capek setiap waktu harus diganti,” katanya pada Beritapedoman.com, Senin (18/11/2019).

Begitu pun, Pengusaha Diving and Adventure, Patta Saleh, mengakui dirinya menggunakan elpiji non subsidi selain karena mematuhi peraturan, juga karena hak elpiji3 diperuntukkan untuk orang-orang tidak mampu.

“Kami gunakan elpiji non subsidi, bukan karena kami merasa mampu saja, tapi alasan pertamanya itu karena kami sadar bahwa itu bukan hak kami. Yang kedua, kami merasakan jauh lebih irit memakai tabung elpiji 12 kg,” akunya pada Beritapedoman.com

Penulis/Editor : Marwiah Syam

Comment