MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Organisasi Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau organisasi Jurnalis Lingkungan Indonesia serukan masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.
Koordinator Simpul SIEJ Sulawesi Selatan (Sulsel), Darwin Fatir, mengungkapkan, penggunaan kantong plastik sekali pakai, tak hanya menambah jumlah sampah plastik, tapi juga berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan, serta sulit diurai tanah.
“Untuk itu, kami mengajak seluruh pihak di momen lebaran Idul Adha untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai sebagai wadah penerima daging kurban. Alangkah baiknya menggunakan wadah ramah lingkungan, seperti besek dari anyaman bambu, wadah besi, maupun baskom plastik, serta kantong kain untuk menampung dan membawa daging kurban,” kata Darwin, Kamis (5/6/2025).
Sekedar informasi, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, dicatatkan jumlah produksi sampah masyarakat Makassar yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Antang, terus meningkat hingga menembus di angka 4,1 juta ton pada tahun 2024 kemarin.
Belum lagi persoalan TPA Antang yang kini sudah seluas 19,1 hektare yang disinyalir sudah tak mampu menampung sampah perkotaan. Bahkan diperkirakan hanya bisa bertahan dua tahun ke depan. Dan apabila tidak ada kesadaran masyarakat untuk berjibaku dalam pengelolaan sampah, maka akan menjadi bencana.
“Untuk itu, kami mengharapkan dukungan pemerintah, serta kesadaran masyarakat agar bersama-sama menekan penggunaan kantong plastik, maupun wadah plastik sekali pakai karena dampaknya merusak dan mencemari lingkungan,” kata Darwin.
Comment