MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan hibah lahan seluas 10 hektare untuk pendirian Politeknik BPOM.
Pendirian Politeknik ini menjadi tonggak sejarah penting karena akan menjadi lembaga pendidikan pertama di Indonesia Timur yang secara spesifik fokus pada pengawasan obat dan makanan. Proyek ini sendiri, direncanakan menggunakan skema pembiayaan multiyears dengan estimasi anggaran mencapai Rp1,7 triliun.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Sulsel dan Indonesia secara umum.
“Insya Allah, kami Pemprov Sulsel akan mendapatkan minimal 10 persen kuota afirmasi bagi siswa-siswi berprestasi dari SMA dan SMK se-Sulawesi Selatan untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik ini,” kata Sudirman, seusai acara penandatanganan MoU, di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (4/9/2025).
Sudirman, juga mengatakan bahwa Pemprov Sulsel bersama BPOM, berharap proyek strategis ini dapat berjalan lancar, serta memberikan manfaat besar bagi kemajuan pendidikan dan penguatan pengawasan obat dan makanan di Tanah Air.
“Mari mendoakan semoga dilancarkan dan bermanfaat bagi peningkatan investasi SDM Sulsel dan Indonesia. Aamiin,” kata Sudirman.
Comment