MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong kolaborasi riset dalam menghasilkan solusi berbasis sains bagi masyarakat, sekaligus menjawab tantangan krisis iklim yang makin nyata.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Indonesia, Fauzan Adziman, paradigma riset perlu bergeser menuju penelitian yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Di tengah kompleksitas persoalan perubahan iklim, keberhasilan sebuah riset tidak lagi hanya diukur dari jumlah publikasi, tetapi dari kemampuannya menjawab kebutuhan pembangunan melalui kebijakan dan implementasi yang berbasis bukti (evidence based policy).
Fauzan, berharap para peneliti tidak hanya berfokus pada proyek masing-masing, tetapi membangun keterhubungan antar riset, sehingga setiap penelitian dapat saling melengkapi.
Dengan kolaborasi lintas disiplin dan lintas institusi, kata Fauzan, berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, termasuk perubahan iklim dapat dipahami secara lebih utuh, sekaligus melahirkan inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Harapan kami adalah agar kolaborasi yang telah terbangun menjadi semakin kuat dan dapat diperluas ke wilayah lain, sehingga memberikan dampak yang semakin besar,” kata Fauzan, saat acara pembukaan PAIR Annual Meeting 2026, di Ballroom Unhas Hotel and Convention, Jl Perintis Kemerdekaan, Selasa (21/7/2026).
Fauzan, juga mengatakan bahwa Kemdiktisaintek mendorong para peneliti untuk memanfaatkan International Research Partnership Program untuk memperkuat kemitraan dengan institusi luar negeri.
“Program tersebut, diharapkan dapat memperluas jejaring kolaborasi, mendukung mobilitas akademik, serta meningkatkan diseminasi hasil penelitian Indonesia pada forum-forum ilmiah internasional,” kata Fauzan.
Comment