Unhas Jadi Tuan Rumah PAIR Annual Meeting 2026

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Universitas Hasanuddin (Unhas)  menjadi tuan rumah penyelenggaraan Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) Annual Meeting 2026.

PAIR yang merupakan program penelitian
bilateral yang didukung oleh Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Afairs and Trade (DFAT) dan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini, melibatkan 19 universitas dan lebih dari 180 peneliti di enam provinsi Sulawesi.

Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa (JJ), mengatakan, kegiatan yang mengusung semangat kolaborasi lintas negara ini, menjadi wadah strategis untuk membahas berbagai tantangan pembangunan, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, hingga penguatan tata kelola pemerintahan berbasis bukti ilmiah.

“PAIR adalah pertemuan tahunan yang mempertemukan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan mitra pembangunan dari Indonesia, serta Australia untuk memperkuat sinergi riset yang berdampak langsung pada penyusunan kebijakan publik dan pembangunan berkelanjutan,” kata JJ, saat acara PAIR Annual Meeting 2026, di Ballroom Unhas Hotel and Convention, Lt 1, Jl Perintis Kemerdekaan, Selasa (21/7/2026).

Dalam forum yang digelar pada 21 hingga 23 Juli 2026 tersebut, kata JJ, diharapkan dapat melahirkan berbagai inovasi yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), dan makin memperluas jaringan kerjasama riset, serta makin mendorong lahirnya berbagai proyek kolaboratif yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah, maupun nasional.

“Kepercayaan menjadikan Unhas sebagai tuan rumah PAIR Annual Meeting 2026 makin  memperkuat citra Makassar sebagai salah satu pusat ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi internasional di Indonesia yang diharapkan tidak hanya berhenti di ranah akademik, tetapi mampu diterjemahkan menjadi kebijakan yang efektif dan bermanfaat, serta dapat menjadi landasan bagi penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan pada masa mendatang,” kata JJ.

Comment