MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediks El Nino akan terus bertahan hingga awal tahun 2027 dengan peluang intensitas mencapai kategori sedang sebesar 98 persen dan kategori kuat 62 persen.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan, El Nino diperkirakan berlangsung selama 9 hingga 12 bulan. Namun, bukan berarti Indonesia akan mengalami kemarau sepanjang periode itu.
“Yang perlu kita waspadai bukan lamanya El Nino, tetapi ketika fenomena ini bertepatan dengan musim kemarau, sehingga berbagai sektor perlu meningkatkan kesiapsiagaan,” kata Faisal, dalam keterangan resminya, Sabtu (4/7/2026).
Selain berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan udara, kata Faisal, fenomena ini juga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, penurunan kualitas udara, serta gangguan kesehatan masyarakat seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan penyakit akibat paparan suhu panas.
“Sementara di sektor pangan, perlu diwaspadai risiko gangguan fase pertumbuhan tanaman, penurunan produktivitas, hingga peningkatan potensi puso akibat defisit udara,” kata Faisal.
Adapun wilayah yang berpotensi paling terdampak fenomena El Nino di tengah musim kemarau, kata Faisal, diantaranya wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, hingga Papua bagian selatan.
Comment