Musim Kemarau Mulai Meluas di Indonesia

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut musim kemarau di Indonesia mulai meluas atau sekitar 263 zona musim telah memasuki musim kemarau.

Di tengah meluasnya musim kemarau tersebut, BMKG juga mencatat suhu udara maksimum mencapai 38,6 derajat celsius di Papua Barat.

Sementara di sejumlah wilayah lain, hujan dengan intensitas lebat, hingga sangat lebat masih terjadi dan diprakirakan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Prakirawan BMKG, Dendi Rona Purnama, mengatakan, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi hujan meski sebagian besar wilayah mulai memasuki musim kemarau.

“Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki periode musim kemarau, namun masih ada potensi hujan yang perlu diwaspadai dalam sepekan ke depan,” kata Dendi dalam siaran pers BMKG, Sabtu (27/6/2026).

Kondisi tersebut, kata Dendi, dipengaruhi sejumlah fenomena atmosfer yang masih aktif secara bersamaan, antara lain Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby ekuatorial, gelombang Kelvin, serta sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik utara Papua.

“Kombinasi fenomena tersebut, meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia,” kata Dendi.

Sekedar informasi, untuk periode 26-28 Juni 2026, selain disebutkan berpotensi hujan ringan, hingga hujan lebat di berbagai wilayah Indonesia. BMKG juga menyebut adanya potensi hujan sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir, serta angin kencang yang diprakirakan terjadi di wilayah Aceh dan Maluku.

Sementara itu, potensi angin kencang juga diprakirakan terjadi di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat.

Sedangkan untuk periode 29 Juni hingga 2 Juli, BMKG juga memprakirakan hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Bahkan potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di Jawa Barat, Maluku, dan Papua Selatan.

Comment