JAKARTA, BERITAPEDOMAN.com – PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) bekerjasama UNIVITY menyiapkan langkah menuju era konektivitas satelit generasi baru dengan menjajaki pemanfaatan teknologi Very Low Earth Orbit (VLEO) dan layanan Direct-to-Device (D2D) di Indonesia.
Kerjasama tersebut, ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang menjadi landasan kedua perusahaan mengeksplorasi berbagai solusi konektivitas berbasis satelit guna memperkuat ekosistem telekomunikasi nasional.
Direktur Pengembangan Telkomsat, Anggoro K Widiawan, mengatakan, kebutuhan konektivitas satelit di Indonesia terus berkembang dan memainkan peran penting dalam mendukung ekosistem digital Indonesia, khususnya di wilayah terpencil dan tersebar secara geografis.
Sebagai operator satelit nasional, kata Anggoro, Telkomsat saat ini memiliki aset satelit, infrastruktur stasiun bumi, serta kapabilitas integrasi jaringan satelit dan terestrial. Sementara itu, UNIVITY tengah mengembangkan konstelasi satelit VLEO yang memanfaatkan spektrum 5G milik operator telekomunikasi untuk menghadirkan konektivitas berkecepatan tinggi dan berlatensi rendah.
“Untuk itu, melalui MoU bersama UNIVITY ini, kami berharap dapat mengeksplorasi bagaimana arsitektur satelit yang berkembang dan kapabilitas jaringan nonterestrial pada masa mendatang dapat berkontribusi dalam menjawab kebutuhan konektivitas yang terus berkembang di seluruh Indonesia,” kata Anggoro, melalui siaran pers, Rabu (15/7/2026).
Melalui kerja sama ini, kata Anggoro, Telkomsat dan UNIVITY akan mengkaji pemanfaatan arsitektur satelit VLEO yang beroperasi pada orbit sangat rendah, sekaligus mengevaluasi peluang menghadirkan layanan Direct-to-Device, yaitu teknologi yang memungkinkan perangkat seluler terhubung langsung ke satelit tanpa bergantung pada menara BTS konvensional.
Selain itu, kedua perusahaan juga akan mengeksplorasi pengembangan jaringan hybrid multi-orbit dengan mengombinasikan satelit geostasioner (GEO) milik Telkomsat dan konstelasi VLEO yang tengah dikembangkan UNIVITY. Hal ini untuk mendukung berbagai kebutuhan strategis nasional, mulai dari layanan publik hingga aplikasi yang berkaitan dengan keamanan negara.
“Tak hanya itu, Telkomsat dan UNIVITY juga akan mengkaji pemanfaatan infrastruktur stasiun bumi yang berada di Indonesia sebagai bagian dari integrasi dengan konstelasi VLEO pada masa depan. Langkah tersebut, kami nilai penting untuk memperkuat kedaulatan konektivitas nasional di tengah pesatnya perkembangan teknologi satelit global,” kata Anggoro.
Founder dan CEO UNIVITY, Charles Delfieux, menilai Indonesia menjadi salah satu pasar konektivitas paling potensial di dunia karena memiliki tantangan geografis yang unik, sekaligus peluang besar bagi integrasi jaringan terestrial dan berbasis antariksa.
“Indonesia merupakan salah satu pasar konektivitas paling dinamis di dunia dengan peluang bagi konvergensi jaringan terestrial dan jaringan berbasis antariksa. Untuk itu, melalui MoU bersama Telkomsat ini, kami berharap dapat menjajaki bagaimana solusi konektivitas satelit masa depan dapat melengkapi infrastruktur yang telah tersedia, serta mendukung berbagai penerapan baru seiring waktu,” kata Charles.
Comment