BPOM Bersinergi Unhas Cetak Agen Keamanan Pangan untuk Desa

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pangan melalui kolaborasi. Salah satunya bersinergi Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan Program Kuliah Kerja Nyata Tematik Keamanan Pangan (KKNT KP) untuk membangun budaya dan mencetak agen keamanan pangan di Indonesia.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dipersiapkan menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan daya saing usaha pangan olahan di desa.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan (PMPU PO) BPOM, Agus Yudi Prayudna, mengatakan, program KKNT KP merupakan bagian dari kontribusi BPOM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada sektor kesehatan, pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, dan kemitraan lintas sektor.

Program in, juga sejalan dengan RPJMN 2025 – 2029 dan visi nasional Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045.

KKNT KP ini, kata Agus, juga merupakan integrasi dari tiga program unggulan BPOM, yaitu Sapa Kampus Berdampak, Desa Pangan Aman, dan Sapa Kader Inklusif.

“Melalui program tersebut, mahasiswa akan dibekali kompetensi sebagai Fasilitator Keamanan Pangan (FKP) dan Kader Keamanan Pangan (KKP) yang bertugas mengedukasi masyarakat, serta mendampingi pelaku usaha pangan olahan di desa,” kata Agus, melalui siaran pers, Sabtu (6/6/2026).

Kepala BBPOM di Makassar, Yosef Dwi Irwan, menyampaikan bahwa keamanan pangan bukan hanya tanggungjawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi.

“Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi jembatan antara regulasi dan praktik keamanan pangan yang baik di lapangan, karena pangan bukan sekedar kenyang, namun harus dipastikan mutu dan keamanannya, karena ini menyangkut aspek kesehatan, ekonomi, ketahanan nasional dan daya saing bangsa ke depannya,” kata Yosef.

Melalui program KKNT KP ini, kata Yosef, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di masyarakat, tetapi juga berkontribusi langsung dalam meningkatkan literasi keamanan pangan, mendampingi UMKM pangan olahan, dan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan yang aman dan bermutu.

Tak hanya itu, program ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi desa-desa lokasi KKN, baik dari sisi peningkatan pengetahuan masyarakat, maupun penguatan kapasitas pelaku usaha pangan olahan, agar lebih patuh terhadap regulasi dan mampu menghasilkan produk yang aman, bermutu, serta berdaya saing.

“Jadi, selain menargetkan program KKNT KP ini  dapat menghasilkan fasilitator keamanan pangan dari kalangan mahasiswa. Juga diharapkan lahirnya lulusan perguruan tinggi yang kompeten di bidang keamanan pangan yang semakin dapat meningkatkan kepatuhan pelaku usaha, sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat,” kata Yosef.

Direktur Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Unhas, Sahriyanti Saad, menyampaikan apresiasi kepada BPOM atas terselenggaranya koloborasi program KKNT KP ini.

KKNT KP yang diinisiasi oleh BPOM ini, akan memberikan manfaat bagi mahasiwa, sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap, melalui program kolaborasi yang dilaksanakan selama 2 hari, yakni mulai tanggal 3 hingga 4 Juni 2026 di Gedung IPTEKS Universitas Hasanudin ini, dapat menjadi langkah strategis dalam membangun budaya Keamanan Pangan yang berkelanjutan di desa,” kata Sahriyanti.

Comment