Inovasi Karya Ramah Lingkungan Sekolah Penyandang Disabilitas di Palopo

LUWU, BERITAPEDOMAN.com – Kreativitas penyandang disabilitas dan difabel kini lebih mampu bersaing dengan karya manusia normal lainnya.

Posisi mereka tidak lagi dipandang remeh, sebelah mata, dan tak dianggap, karena para penyandang disabilitas dan difabel ini mampu menelorkan karya inovasi ramah lingkungan hingga ke manca negara.

Awalnya, pada 2018 lalu. sekolah penyandang disabilitas dan difabel yang merupakan inisiatif dan konsep TBBM Palopo, Pertamina MOR Sulawesi beranggotan enam orang penyandang disabilitas dan difabel ini, berdiri tepatnya di Belopa, Kabupaten Luwu.

Para penyandang disabilitas yang tergabung dalam sekolah kreatif tersebut, dibimbing oleh Ahmadi lontara sebagai pelatih sekaligus pendamping.

Adapun inovasi karya mereka, berupa piring dari limbah daun pinang, gelas dari bambu, mangkok dari limbah tempurung kelapa dan pipet dari limbah bambu kecil.

Secara keseluruhan nama produk penyandang disabilitas dan difabel ini dinamai ecoproduk karena mengusung konsep ramah lingkungan.

Semenjak menjadi binaan Pertamina pada tahun ini, sekolah tersebut kini lebih banyak menelorkan karya. Apalagi saat ini juga telah banyak diekspor ke Jepang dan Jerman.

Community Development PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Palopo, Firman, kepada Berita Pedoman, mengungkapkan, sekolah kreatif ini dihadirkan untuk teman-teman yang memiliki kekurangan diri untuk bisa tetap percaya diri, tidak minder dan juga bisa mandiri.

Karena itulah, sekolah ini diharap menjadi wadah untuk menunjukkan pada masyarakat luas bahwa mereka mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, memiliki nilai tinggi, dan dapat memberikan dampak positif baik secara luas untuk lingkungan, maupun sosial lainnya.

“Jadi mereka tidak lagi dipandang sebelah mata lagi, karena juga mampu melahirkan kreativitas seperti manusia normal lainnya,” katanya, Kamis (14/11/2019).

Begitu pun diakuinya, PIC CSR Fuel Terminal Palopo, Wisnu Prasetyo, yang mengungkapkan, dengan dihadirkannya sekolah ini diharap penyandang disabilitas dan difabel di Palopo juga bisa berkreativitas.

“Mereka menjadi lebih percaya diri, dan lebih mandiri lagi, sekaligus membantu ekonomi keluarga mereka,” katanya.

Penulis/Editor : Marwiah Syam

Comment