Pengabdian ‘Pertamina’ Tak Terbatas dari Pelosok ke Pelosok

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Pernahkah terlintas dibenak kita masing-masing tentang peran Pertamina selain melayani kebutuhan BBM dan LPG.

Yah, pastinya masih banyak di antara kita hanya menyadari dan tahu jika peran Pertamina hanya bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi dan berdiri 10 Desember 1957 kan?

Atau tahunya bahwa Pertamina mengoperasikan tujuh kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan kapasitas total 1.507.950 ton per tahun, dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun.

Atau hanya tahu bahwa Pertamina menyelenggarakan usaha di bidang energi dan petrokimia dan terbagi ke dalam sektor Hulu dan Hilir.

Yap, benar. Tapi pernahkah terlintas dibenak kita sedikit saja, diluar dari tahunya saja mengeluhkan soal BBM dan LPG dengan persepsi yang tak jelas dan tidak benar?

Setidaknya, tengoklah salah satu contoh para pekerja Pertamina yang bertugas di salah satu lokasi TBBM pulau terluar Indonesia yang tetap setia bekerja di hari lebaran demi menjaga stok BBM supaya tetap aman untuk masyarakat Sulawesi.

Mereka tetap bekerja seperti biasa guna memastikan Terminal BBM tetap beroperasi dalam menyalurkan beragam jenis produk Pertamina untuk melayani dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dua SPBU Kompak, satu SPBU Nelayan, pelayanan BBM untuk kapal (bunker service), PT PLN untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), serta beberapa agen minyak tanah.

Atau ingat saja saat ada bencana, contoh Tsunami Palu atau bencana banjir di kawasan Kabupaten Konawe Utara (Sulteng), beberapa waktu lalu yang disebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan aktivitas masyarakat hampir mati.

Bahkan kondisi tersebut, menyebabkan masyarakat mengungsi dan telah ditetapkan status tanggap darurat oleh Bupati Konawe Utara.

Yang terdepan menyuplai bantuan, dan menerobos banjir, medan dan akses sulit hanya untuk menyalurkan kebutuhan masyarakat yang tertimpa musibah. Eh giliran stok BBM terlambat sedikit saja, kita mengeluhnya minta ampun. Tak sepadan dengan pengabdian yang diberikan pada kita.

Setidaknya, kita mengingat dan berterima kasih sedikit saja apa yang telah diberikan kepada negeri ini, kepada kita, yang tetap setia melayani kebutuhan kita tanpa batas.

Tanpa Pertamina, ibaratnya mobil tanpa roda, sayur tanpa garam. Tentu tidak asyik kan tanpa Pertamina, karena salah satu kebutuhan terbesar masyarakat ada pada Pertamina.

Namun, betapa pun besar perannya, tak membuatnya lupa pada masyarakat kecil, tak lupa pada komitmennya ikut andil mensejahterahkan masyarakat kalangan bawah lewat pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil (UMKM) lewat bantuan modal melalui program CSR yang bergulir tiap tahunnya selama berpuluh-puluh tahun.

Atau setidaknya ingat saja bagaimana kontribusi besar Pertamina pada dunia pendidikan, lingkungan. Tak terhitung!

Tak berhenti di situ saja, berbagai bantuan pun selalu disalurkan bagi yang membutuhkan, seperti panti asuhan, tempat ibadah, sekolah-sekolah di pedalaman, dan lainnya.

Bahkan, penulis banyak buktikan dedikasi Pertamina pada kelompok-kelompok terpinggirkan seperti para nelayan pesisir yang miskin, penyandang disabilitas yang kerap luput perhatian dari pemerintah setempat.

Tak salah, jika pahlawan sesungguhnya, adalah Pertamina yang selalu peduli, karena bukan hanya mengurusi mengenai BBM dan LPG saja.

Supervisor Communication Pertamina MOR VII Sulawesi, Ahad Rahedi, mengungkapkan, dedikasi Perusahaan juga pada sektor-sektor lainnya, seperti ekonomi, pendidikan dan lingkungan.

“Misalnya, ekonomi, kita hadir pada program CSR lewat penyaluran modal usaha pada mereka yang ingin maju, mandiri dan mampu memberdayakan potensi. Begitupun, program lainnya yang selalu kita fokuskan pada kelestarian lingkungan, pendidikan. Apa saja kita bantu yang penting tertuju pada tempatnya dan berjangka panjang untuk generasi mendatang,” katanya pada Beritapedoman.com beberapa waktu lalu.

Dedikasi ini tentunya, menjadi hal-hal luar biasa yang berdampak positif secara luas.

Seperti sokongan Pertamina pada sekolah Percaya Diri di Makassar, tepatnya di Keluarahan Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, yang nilainya tak bisa dihitung secara materi, karen senilai dengan menyelamatkan jiwa.

Jiwa generasi di bawah umur dari korban kekerasan rumah tangga, kekerasan seksual, keterpurukan, kekecewaan dan broken home.

Berkat bantuan Pertamina, kini anak-anak tersebut, lebih berani mengemukakan pendapat, berani menatap masa depan dan mau mengekspresikan minat dan bakat mereka tanpa lagi terganggu dengan pengalaman pahit di masa lalu mereka.

Tak salah. Jika Pertamina menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia yang masuk dalam daftar Top 500 Fortune Global dan menempati peringkat 175 tahun ini.

Penghargaan ini merupakan apresiasi yang luar biasa dari dunia Internasional atas prestasi pelayanan Pertamina di dalam negeri dan membuktikan Pertamina bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar dan terkemuka di dunia.

Penulis/Editor : Marwiah Syam

Comment