Yuk Kenali Dampak Emisi Gas Buang Kendaraan

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Di antara kita mungkin masih banyak tidak memikirkan apa dampak emisi gas buang kendaraan pada lingkungan dan kesehatan manusia.

Padahal, dengan mengetahui atau setidaknya paham mengenai hal itu, mungkin di antara kita pasti sangat peduli untuk menggunakan BBM berkualitas.

Olehnya itu, mari yuk kenali dampak buruk emisi gas buang kendaraan, agar kita juga semakin paham mengenai hal itu.

Sekedar diketahui, emisi gas buang kendaraan yang mencemari udara dan kesehatan, merupakan salah satu zat yang dikeluarkan dari sisa pembakaran kendaraan bermotor seperti karbon moniksida (CO).

Senyawa lainnya yang berbahaya, yakni karbon dioksida (CO2) ini.

CO2 ini jika diabaikan, maka konsentrasinya akan terakumulasi di atmosfer dan berpotensi menyebabkan pemanasan global.

Parahnya, jika hal ini dibiarkan dalam jangka panjang akan mengakibatkan perubahan iklim yang berbahaya bagi kehidupan manusia.

Dari data yang dilansir dari berbagai sumber, dicatatkan dampak emisi gas buang ini telah memberikan kontribusi lebih dari 35 persen terhadapa pemanasan global.

Bahkan, sejalan dengan itu, emisi CO2 yang dari waktu ke waktu terus meningkat, dan telah banyak memberikan pengaruh terhadap kesehatan manusia dan mengganggu metabolisme tubuh.

Hal ini terjadi, selain ditengarai penggunaan BBM rendah oktan, juga dikarenakan semakin besarnya bahan penggunaan energi dari bahan organik (fosil), perubahan tataguna lahan dan kebakaran hutan, dan meningkatnya aktivitas penduduk.

Tak hanya itu, dampak buruk dari emisi gas kendaraan yang mencemari udara dan lingkungan ini juga dapat menganggu kesehatan masyarakat, seperti mempengaruhi pernafasan, penciuman, penglihatan, badan menjadi lemah, bahkan dapat mengurangi IQ, dan parahnya bila dibiarkan terus menerus akan mengakibatkan kematian.

Hal itulah kenapa saat ini semakin lebih digiatkan lagi mengenai penggunaan BBM berkualitas, ya selain karena untuk lebih menekan polusi udara, juga karena BBM berkualitas sangat ramah lingkungan dan tidak menimbulkan dampak buruk buangan gasnya.

Penulis/Editor : Marwiah Syam

Comment