Logistik Terlambat, Pemilu di Sebagian Wilayah Papua Tertunda

PAPUA, Beritapedoman.com – Pemilihan Umum (Pemilu) di sebagian wilayah Papua ditunda karena keterlambatan logistik ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Dilansir dari informasi reportase langsung CNNIndonesia TV, Pemilu di Papua ditunda hingga Kamis (18/4) pukul 07.00 WIT.

Anggota Badan Pengawas Pemilu, Rahmat Bagja, setelah dikonfirmasi mengenai hal ini, membenarkan informasi penundaan tersebut.

“Karena logistik belum sampai,” katanya, seperti dilansir CNN Indonesia, Rabu (17/4/2019)

Dia menyatakan, pihaknya belum mengetahui secara rinci kendala logistik yang terjadi di sana.

“Kalau (masalah logistik) itu tanya ke KPU, karena KPU yang mengerti. Berarti ada kendala surat suara atau bahan pembuatan TPS itu belum sampai ke sana. Bagaimana kita mau buka TPS? Kalau TPS sudah ada tapi surat suaranya enggak ada gimana?” ujar Rahmat.

Rahmat menyatakan, penundaan sebenarnya tidak diperbolehkan, sehingga Bawaslu akan mencatat peristiwa ini sebagai pelanggaran oleh penyelenggara pemilu.

Sebelumnya, berdasarkan laporan Antara, Gubernur Papua Lukas Enembe, mengatakan logistik di hampir semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Distrik Jayapura Selatan belum sampai.

Lukas datang bersama istri pukul 10.00 WIT, namun ternyata surat suara, kotak suara, tinta, dan perlengkapan lainnya belum datang.

“Ini hampir semua TPS di Distrik Jayapura Selatan belum ada logistiknya, belum tahu juga distrik lainnya,” kata Lukas di Jayapura, Rabu (17/4), seperti diberitakan Antara.

Selain Distrik Jayapura Selatan, masalah karena keterlambatan logistik juga terjadi di distrik Abepura, Jayapura. Logistik yang seharusnya tersalurkan dikabarkan masih berada di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jayapura.

“Selain Distrik Abepura juga terdapat tiga kelurahan di Distrik Jayapura Selatan yang ditunda pencoblosannya,” kata Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay.

Editor : Marwiah Syam

Comment