Pemkot Makassar Canangkan Gerakan Percepatan Penanganan Covid-19

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mencanangkan gerakan bersama percepatan penanganan virus corona.

Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, mengatakan, pencanangan bersama ini dilakukan atas tiga langkah utama, pertama yakni edukasi massif.

Kedua, yakni kegiatan perspentif massal seperti melakukan disinfektan massal dan pembatasan pergerakan keluar masuk kota Makassar. Ketiga, saling bersinergi antara seluruh elemen yang ada.

“Tiga langkah ini kami yakini bisa cepat menurunkan angka-angka positif Covid-19 di Makassar. Kita juga ingin memperkecil potensi-potensi penularan dengan langkah tersebut, seperti mematuhi protokol kesehatan pastinya. InsyaAllah kalau masyarakat patuh, kita juga bisa menemukan puncak penyebaran dan kita akan melihat kurva menurun di akhir Juli ini. Itu target kami,” katanya, di Lapangan Tribun Karebosi, Jl Jenderal Sudirman, Senin (6/7/2020).

Tak hanya tiga unsur tersebut, Rudy juga akan segera mengeluarkan Perwali untuk mendukung lancarnya proses penekanan penyebaran virus Covid-19. “Mungkin Kamis atau hari Jumat dalam minggu ini,” katanya.

Rudy juga menjelaskan dalam pergerakannya ke depan, Ia akan menyasar 15 Kecamatan, 153 Kelurahan, 900 RW, 4000an RT, 325 cafe dan resto, 415 warung kopi, 18 pasar tradisional, 11 pusat pembelanjaan atau mall serta tempat umum lainnya.

“Sesegara mungkin kita akan membentuk tim untuk memasifkan kegiatan ini, yakni kita bentuk 1000 orang dari RT/RW, 1000 personil TNI Polri, unsur organisasi, seluruh camat, 14 kapolsek, 47 kepala puskesmas, seluruh lurah, seluruh babinsa dan kambtimas akan bergerak menjalankan tiga unsur ini,” jelasnya.

Rudy berharap, semoga kegiatan pencanangan ini bisa berjalan dengan maksimal. “Agar paparan penyebaran virus Covid-19 ini dapat segera terkendalikan,” katanya.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengatakan, jika kasus penyebaran Covid-19 di Kota Makassar terselesaikan maka 80 persen kasus positif di Sulawesi Selatan ikut terselesaikan.

“Kalau makassar selesai, maka 80 persen kasus positif di Sulsel juga selesai,” katanya.

Editor : Marwiah Syam

Comment