Semua Kota IHK di Sulsel Alami Inflasi, Ini Penyebabnya

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatatkan semua kota IHK di Sulsel, yakni Makassar, Pare-pare, Palopo, Watampone, dan Bulukumba mengalami inflasi.

Adapun inflasi Sulsel tercatat sebesar 0,44 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,92 pada Januari 2020 menjadi 104,37 pada Februari 2020.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bulukumba dengan besaran 0,61 persen dengan nilai IHK sebesar 105,18. Sedang, inflasi terendah terjadi di kota Parepare sebesar 0,02 persen dengan nilai IHK sebesar 103,82.

Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah, mengungkapkan, inflasi gabungan lima kota ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada beberapa kelompok pengeluaran, diantaranya makanan, minuman, dan tembakau, pakaian dan alas kaki, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya.

Kelompok lainnya, yakni kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga, kesehatan, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, serta kelompok rekreasi, olahraga dan budaya, dan restoran, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.

“Inflasi tahun kalender gabungan lima kota di Sulsel ini sebesar 1,07 persen dan inflasi year on year (Februari 2020 terhadap Februari 2019) sebesar 2,84 persen,” katanya saat siaran pers di kantornya, Jl Haji Bau, Senin (2/3/2020).

Mengenai faktor pendorong terjadinya inflasi di Sulsel ini sendiri, kata Yos, dikarenakan terjadinya kenaikan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditi, diantaranya bawang putih, cabai rawit, bawang merah, cabai merah, tomat, beras, upah asisten rumah tangga, rokok kretek filter, pisang, bubur, dan lainnya.

“Komoditi bahan makanan paling andil memberikan kontribusi besar pada inflasi Sulsel periode Februari 2020,” katanya.

Adapun besaran andil masing-masing kelompok komoditi terhadap perkembangan inflasi pada Februari 2020 di Sulsel, lanjut Yos, diantaranya kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,29 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya sebesar 0,00 persen.

Adapun kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga juga andil sebesar 0,03 persen.

Begitu pun kelompok kesehatan sebesar 0,00 persen, kelompok transportasi sebesar -0,03 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,00 persen, kelompok rekreasi, olahraga, budaya sebesar 0,00 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,00 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,06 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,03 persen.

“Kelompok-kelompok tersebut, turut andil memberikan kontribusi pada laju inflasi pada periode Februari 2020 dikarenakan ada peningkatan harga,” katanya.

Editor : Marwiah Syam

Comment