BERITAPEDOMAN.com – Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menolak penempatan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok, menempati kursi direksi maupun komisaris PT Pertamina (Persero).
Seperti dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (16/11/2019), Presiden FSPPB, Arie Gumilar, mengaku khawatir dengan sikap Ahok yang kerap membuat kegaduhan dan keributan, yang berujung pada bisnis dan pelayanan Pertamina ke depan.

“Semua tahu bagaimana rekam jejak, sikap, dan perilaku yang bersangkutan (Ahok) yang selalu membuat keributan dan kegaduhan dimana-mana. Bahkan seringkali berkata kotor,” ujarnya, seperti dilansir dari CNN Indonesia.
Pertamina, kata Arie, adalah salah satu BUMN strategis yang wajib menyediakan serta memastikan pasokan BBM cukup di seluruh daerah.
Jika bisnis terganggu karena sikap pemimpinnya yang ‘doyan’ membuat keributan, maka akan menjadi masalah jangka panjang.
Sekedar diketahui, Ahok senter bakal dijadikan bos BUMN usai bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir pada Rabu (13/11) kemarin.
Usai pertemuan itu, Ahok menyatakan diminta Erick untuk ikut mengurusi BUMN.
Erick Thohir sendiri, mengakui sosok Ahok dilirik pemerintah karena memiliki latar belakang dan karakter pendobrak yang dimilikinya.
Karakter tersebut merupakan sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin BUMN pada saat ini.
“Kami perlu figur-figur yang bisa mendobrak, tidak mungkin 142 BUMN dipegang satu orang. Kami harapkan ada perwakilan perwakilan yang memang punya rekam jejak pendobrak,” pungkas Erick.
Editor : Marwiah Syam
Comment