2025, Pemerintah Akan Beri Bantuan Pangan Beras Selama 6 Bulan

JAKARTA, BERITAPEDOMAN.com – Pemerintah akan memberikan bantuan pangan (Bapang) beras selama 6 bulan di tahun 2025.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengatakan, awalnya, bantuan pangan akan diberikan untuk 2 bulan saja, yakni Januari dan Februari 2025. Namun, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta, diputuskan penambahan jadi 6 bulan.

“Alhamdulillah, Bapak Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, sudah merestui bantuan pangan beras selama 6 bulan di tahun 2025. Jadi Januari, lalu Februari. Kemudian yang 4 bulan lagi, nanti disesuaikan kapan bulannya,” kata Arief, dalam keterangan persnya, seperti dilansir dari beberapa sumber, Rabu (8/1/2025).

Arief, juga mengatakan bahwa penambahan alokasi bantuan beras itu untuk menjaga keseimbangan hulu dan hilir. Usulan penambahan ini disampaikan secara langsung Menteri Koordinator (Menko) bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat rapat terbatas.

“Yang pasti pemerintah bersama Bulog siap mendistribusikan total 6 bulan alokasi dan total berasnya 960 ribu ton ke 16 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) di tahun 2025 sesuai usulan Bapak Menko Pangan kemarin dalam rapat terbatas,” kata Arief.

Program bantuan pangan beras ini, kata Arief, merupakan paket kebijakan ekonomi dan bantalan bagi masyarakat berpendapatan rendah, sekaligus untuk menjaga hulu dan hilir.

“Untuk bantuan pangan beras di 2025 ini, pemerintah terus mempertajam database penerima PBP yang difokuskan pada kelompok desil 1 dan 2, serta perempuan yang merupakan perempuan kepala keluarga yang miskin dan lansia (lanjut usia) tunggal,” kata Arief.

Sekedar informasi, basis data penerima bantuan beras pada tahun 2025 ini menggunakan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas). Adapun rinciannya, yakni 15,6 juta PBP desil 1 dan 2, serta 400 ribu PBP perempuan kepala rumah tangga miskin dan lansia tunggal.

Comment