OJK Dorong Perluasan Inklusi Pasar Modal di Sulsel

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mendorong perluasan inklusi keuangan pasar modal untuk semakin mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala OJK Sulselbar, Darwisman, mengatakan, dalam mendorong perluasan inklusi keuangan pasar modal di Sulsel, OJK telah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) Tahun 2024 di Provinsi Sulawesi Selatan dalam bentuk kuliah umum di Universitas Negeri Makassar (UNM) pada 9 Agustus 2024.

Kuliah umum ini dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK), Anggota Badan Supervisi (BS) OJK Bidang Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto, serta dihadiri Civitas Akademika UNM sebanyak 700 peserta.

Sekedar diketahui, total SID investor pasar modal di Sulawesi Selatan pada posisi Juni 2024 mencapai 367.613 SID atau tumbuh sebesar 35,82 persen dibandingkan posisi Juni 2023 yang tercatat hanya sebesar 270.669 SID.

“Dari total investor pasar modal tersebut, yang terbanyak adalah investor reksadana, yakni mencapai 352.004 SID atau tumbuh sebesar 37,32 persen dibandingkan posisi Juni 2023. Adapun nilai transaksi saham di Sulawesi Selatan sampai dengan Juni 2024 yakni sebesar Rp9,36 triliun. Tentunya, melihat pertumbuhan investor di pasar modal ini menjadi bukti bahwa perluasan inklusi pasar modal harus makin ditingkatkan hingga ke daerah-daerah, agar edukasi dan literasi mengenai pasar modal juga makin tinggi di masyarakat,” kata Darwisman, melalui siaran pers OJK Sulselbar, Selasa (17/9/2024)

 

 

Comment