MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Sebagai wujud cinta pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat, mulai 22 – 28 September 2022.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini, adalah kegiatan kas keliling di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) yang akan menjangkau 6 pulau di wilayah perairan Sulawesi Selatan, yakni Pulau Kapoposang, Pulau Sarappo Lompo, Pulau Bonerate, Pulau Rajuni, Pulau Jampea, dan Pulau Pasi Gusung Selayar. Pada kegiatan ini, selain diisi dengan layanan penukaran uang, juga dilaksanakan sosialisasi dan edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, serta penyerahan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).
Kepala BI Sulsel, Causa Iman Karana, mengatakan, dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini, Bank Indonesia Sulsel menyiapkan uang Rupiah emisi 2022 senilai Rp2,2 miliar.
Lewat pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022 ini, Bank Indonesia Sulsel berharap kualitas uang Rupiah yang beredar di wilayah 3T dalam kondisi layak edar, jumlah nominal yang cukup, serta pecahan yang sesuai.
“BI Sulsel berharap agar masyarakat dapat semakin mencintai, bangga dan memahami Rupiah. Selain itu, kehadiran Rupiah di seluruh pelosok negeri ini merupakan salah satu wujud nyata kontribusi Bank Indonesia dalam menjaga dan menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai ini,” katanya, saat pelepasan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat, di Dermaga Mako Komando Lantamal VI, Jl Yos Sudarso, Kamis (22/9/2022).
Sementara, Komandan Lantamal VI Makassar, Kolonel Marinir Amir Kasman, mengatakan, misi ini telah dilaksanakannya sejak tahun 2011 lalu. TNI Angkatan Laut merasa bangga dan terhormat mendapat kepercayaan dari pemerintah, khususnya pada program yang dicanangkan Bank Indonesia.
“Dari misi ini, kami harapkan masyarakat di pulau semakin punya rasa cinta, bangga pada NKRI dan tidak merasa dikucilkan dan tidak merasa termarjinalkan. Makanya, kita berusaha menjaga kedaulatan Rupiah, khususnya pada wilayah terluar agar terjamin ketersediaan Rupiah,” katanya.
Redaktur : Marwiah Syam Butterflyrock
Comment