2021, OJK Catat Industri Perbankan di Sulsel Masih Tumbuh Positif

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Maluku Papua (Sulampua) mencata industri perbankan di Sulsel masih tumbuh positif dengan kinerja intermediasi perbankan yang tetap tinggi.

Kepala OJK Sulampua, Mohammad Nurdin Subandi, mengatakan, total aset perbankan di Sulsel pada posisi Juni 2021 dicatatkan tumbuh sebesar 4,99 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp158,76 triliun. Total aset ini, terdiri dari aset bank konvensional sebesar Rp155,75 triliun dan aset BPR Rp3,01 triliun.

Sementara, untuk industri perbankan syariah juga dicatatkan terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Dicatatkan, aset perbankan syariah mengalami pertumbuhan tinggi sebesar 14,41 persen (yoy) dengan nominal Rp9,99 triliun, sejalan dengan pertumbuhan aset perbankan konvensional yang hanya tumbuh sebesar 4,41 persen (yoy) dengan nominal Rp148,76 triliun.

OJK juga catatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah mengalami pertumbuhan double digit, yakni 12,63 persen (yoy) dengan nominal Rp6,96 triliun.

“DPK perbankan syariah ini, lebih tinggi dibanding pertumbuhan DPK perbankan konvensional yang hanya 6,90 persen (yoy) dengan nominal Rp103,55 triliun,” katanya via zoom, Jumat (20/8/2021).

Adapun kinerja intermediasi perbankan Sulsel, kata Nurdin, juga dicatatkan tetap terjaga pada level yang tinggi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 113,58 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah berada di level aman yakni 2,56 persen.

Mengenai industri BPR di Sulsel sendiri, juga tetap tumbuh berkelanjutan, dimana aset BPR tumbuh 7,80 persen (yoy) menjadi Rp3,01 triliun, dengan DPK yang tumbuh double digit 15,87 persen (yoy) menjadi Rp2,06 triliun. Hanya saja, dari sisi penyaluran kredit menurun 3,25 persen (yoy) menjadi Rp2,42 triliun.

Adapun perhimpunan DPK di Sulsel, juga dicatatkan tumbuh lebih tinggi dibandingkan penyaluran kredit perbankan yang hanya tumbuh 4,25 persen (yoy) menjadi Rp126,44 triliun, terdiri dari kredit modal kerja Rp50,10 triliun, kredit investasi Rp17,22 triliun, dan kredit konsumsi Rp59,12 triliun. Perhimpunan DPK ini tumbuh 7,24 persen dengan nominal Rp110,51 triliun, terdiri dari giro Rp16,44 triliun, tabungan Rp64,87 triliun, dan deposito Rp29,20 triliun.

Sementara NPL perbankan Sulsel, juga dicatatkan tetap terjaga di level aman 2,56 persen. Secara rinci, NPL bank umum berada di posisi 2,56 persen, sedangkan NPL BPR berada pada posisi 2,70 persen.

Untuk kredit kepada UMKM di Sulsel sendiri, juga tumbuh 2,93 persen (yoy) menjadi Rp42,01 triliun. Pertumbuhan tertinggi terdapat pada kredit usaha kecil 18,49 persen (yoy)menjadi Rp17,18 triliun. Adapun kredit usaha menengah, juga dicatatkan tumbuh 12,52 persen menjadi Rp14,26 triliun. Hanya saja, kredit usaha mikro menurun 22,52 persen menjadi 10,57 triliun.

“Industri perbankan masih tumbuh positif di tahun pandemi 2021 ini,” katanya.

Redaktur : Marwiah Syam

      

Comment