MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Di tengah tekanan industri untuk meningkatkan efisiensi, sekaligus menekan jejak lingkungan, riset kini semakin dituntut untuk melampaui publikasi ilmiah.
Untuk itulah, PT. Semen Tonasa menjalin kolaborasi strategis dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), untuk mendorong lahirnya implementasi inovasi berbasis sains yang menjawab kebutuhan industri, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kolaborasi ini juga turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui hilirisasi riset dan pengembangan inovasi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat sinergi antara industri dan perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
Direktur Utama PT. Semen Tonasa, Anies, menyampaikan bahwa kerjasama tersebut merupakan kelanjutan dari kemitraan yang selama ini telah berjalan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kerjasama ini merupakan wujud komitmen sinergi antara industri dan perguruan tinggi untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya meningkatkan daya saing sektor industri, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan,” kata Anis, saat penandatanganan MoU, di Ruang Rapat Rektor, Lt 8 Gedung Rektorat Unhas, Jl Perintis Kemerdekaan, Senin (3/8/2026).
Anies, juga mengatakan bahwa kolaborasi ke depannya juga akan diperkuat melalui pengembangan inovasi ekologi, pendampingan program penghijauan, serta pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
“Ke depan, kami ingin memperluas kolaborasi tidak hanya pada bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi industri, lingkungan, dan masyarakat,” kata Anies.
Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi ilmiah terhadap tantangan yang dihadapi dunia industri.
Menurutnya, riset tidak seharusnya berhenti sebagai publikasi akademik, melainkan menjadi dasar lahirnya inovasi yang mampu meningkatkan daya saing nasional.
“Untuk itulah, kerjasama inovasi ini sangat penting. Tidak ada negara yang mampu mencapai pertumbuhan ekonomi tanpa inovasi. Karena itu, universitas harus hadir melalui riset yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Jamaluddin.
Selain pengembangan riset, kata Jamaluddin, kerjasama ini juga memperluas kontribusi Unhas dalam pembangunan sumber daya manusia. Salah satunya melalui skema beasiswa bagi masyarakat di wilayah Ring 1 PT. Semen Tonasa yang memiliki potensi akademik, sehingga semakin banyak generasi muda lokal memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi di Unhas.
Comment