BI Kembali Gelar Karya Kreatif Indonesia 2026

JAKARTA, BERITAPEDOMAN.com – Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Gelaran akbar yang mengusung semangat Beudaya Meusare Sare yang berarti “Berdaya Bersama-sama” ini dilaksanakan mulai 20 hingga 23 Agustus 2026.

Gelaran promosi UMKM ini, juga sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat akses pembiayaan yang diwujudkan melalui Gebyar Pembiayaan berupa penandatanganan kesepakatan pembiayaan antara delapan lembaga keuangan (BRI, BCA, BSI, Mandiri, SMBC, Panin Bank, OCBC, dan BNI) dengan UMKM mitra masing-masing, dimana pendatanganan tersebut merupakan hasil dari fasilitasi business matching pembiayaan UMKM yang dilakukan Bank Indonesia.

Sekedar diketahui, dicatatkan hingga Juli 2026, fasilitasi business matching telah mencapai Rp285 miliar. Pembiayaan tersebut, terdiri dari pembiayaan inklusif sebesar Rp150 miliar dan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp135 miliar. Capaian tersebut masih akan terus bertambah seiring realisasi pembiayaan hingga akhir 2026.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, menyampaikan bahwa Bank Indonesia berperan sebagai katalis dalam memperkuat pembiayaan UMKM dari sisi supply dan demand.

Dari sisi supply, Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) memberikan insentif likuiditas kepada perbankan yang menyalurkan pembiayaan kepada UMKM. Sementara itu, Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) mendorong perluasan pembiayaan inklusif. Sementara dari sisi demand, digitalisasi pembayaran yang memanfaatkan QRIS akan membangun rekam jejak usaha.

“Untuk itu, penguatan ekosistem pembiayaan UMKM ke depan memerlukan komitmen yang konsisten, inovasi yang adaptif, serta sinergi yang semakin erat antara Bank Indonesia, pemerintah, sektor keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya,” kata Aida, melalui siaran pers, Sabtu (22/8/2026).

Kepala Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan, bahwa tantangan pembiayaan UMKM tidak semata terkait ketersediaan dana, tetapi juga kesiapan usaha, persepsi risiko, serta kemampuan mempertemukan UMKM dengan lembaga keuangan.

“Untuk itu, Bank Indonesia Sulawesi Selatan terus memperkuat pengembangan UMKM dari hulu hingga hilir dengan menempuh beberapa langkah, diantaranya mencakup peningkatan kapasitas usaha, penguatan rekam jejak keuangan, peningkatan visibilitas UMKM, serta perluasan akses pasar melalui program UMKM Rewako (Resilient, World Class, Agile, dan Knowledgable),” kata Rizki.

Khusus di kegiatan KKI 2026 ini, kata Rizki, BI Sulsel turut melibatkan beberapa UMKM Sulawesi Selatan untuk melakukan 14 sesi offline dan 1 sesi online business matching ekspor. Adapun peserta business matching ekspor secara offline tersebut, diantaranya Kopi Luwak Malino (Gowa), CV Panrita Jaya Group (Makassar), Kopivolusi Niwa Indonesia (Makassar), Sehati Kopi (Makassar), My Coffeeza Indonesia (Enrekang), dan PT Bunly Abadi Bersama (Makassar). Sedangkan UMKM peserta business matching secara online, yaitu CV Al Razak Corp (Enrekang).

Rizki, juga menyampaikan bahwa pada business matching ekspor yang  diselenggarakan pada 20-22 Agustus 2026 ini, telah disepakati Letter of Intent (LOI) UMKM Sulsel sebanyak 7 UMKM dengan buyer dari LN dengan nilai potensi transaksi ekspor diperkirakan mencapai lebih dari Rp380,75 juta.

Adapun 3 besar UMKM Sulsel berdasarkan nilai LOI, yaitu Kopi Luwak Malino (kopi Arabica Malino) dengan PT Cahaya Abadi Terbit (Kanada) senilai Rp245 juta, CV Panrita Jaya Group (kopi Arabica Toraja dan Arabica Enrekang) dengan PT Sumber Kurnia Alam (Singapura) senilai Rp92,25 juta, dan Kopi Luwak Malino (kopi Arabica Malino) dengan PT Sumber Kurnia Alam (Singapura) senilai Rp32 juta.

Tidak hanya itu, produk UMKM lainnya juga sedang melalui proses market test dan pengiriman sample product, diantaranya My Coffeeza Indonesia (kopi Arabica Enrekang) dengan Indonesia Specialty Coffee (ISC) dan Indonesia Trading House Guangzhou/ITHG (Tiongkok), Kopivolusi (kopi Arabica) dengan Dua DC Coffee (Amerika Serikat), dan PT Bunly Abadi Bersama (kacang mete) dengan Toko Indo (Singapura) dan Etoobai (Amerika Serikat).

“Melalui KKI 2026, Bank Indonesia Sulawesi Selatan bersama stakeholders terkait senantiasa terus meningkatkan daya saing UMKM di pasar global demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Rizki.

Comment