BANTAENG, BERITAPEDOMAN.com – Pertamina Peduli secara sigap menyalurkan bantuan pada warga korban banjir bandang di Bantaeng.
Sekedar diketahui, banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Bantaeng, pada Jumat (12/6/2020) kemarin tersebut, terjadi lantaran dipicu meluapnya Sungai Calendu dan merendam tujuh kelurahan di dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Bissapu.
Akibatnya, banyak rumah warga yang terendam banjir, begitu pun perkebunan dan fasilitas umum juga ikut terdampak.
Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantaeng menyebut kerugian dari banjir bandang tersebut, mencapai Rp33 miliar.
Melihat kondisi tersebut, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII bergerak menuju Kabupaten Bantaeng pada Minggu (14/6/2020) kemarin untuk melihat secara langsung kondisi pasca terjadinya banjir bandang sekaligus memberi sejumlah bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
Unit Manager Communication and CSR MOR VII, Hatim Ilwan, menyampaikan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bantaeng dan menyerahkan sejumlah bantuan ke Posko dan Media Center Gugus Tugas dan Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus sebagai tempat pananganan banjir di Kabupaten Bantaeng.
“Bantuan yang diberikan ini berupa 100 dus mie instan dan 1 ton beras,” ungkapnya melalui siaran pers, Senin (15/6/2020).
Selain bertugas untuk selalu memberikan pelayanan terbaik dalam hal penyediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG, kata Hatim, Pertamina juga berupaya untuk terus hadir membantu masyarakat yang tertimpa musibah.
“Semoga masyarakat Kabupaten Bantaeng segera bangkit dan bisa kembali beraktifitas seperti sedia kala,” katanya.
Kepala BPBD Kabupaten Bantaeng, Irfan Fajar, yang menerima langsung bantuan tersebut memberikan apresiasinya kepada Pertamina yang secara sigap memberikan bantuan bagi korban terdampak banjir bandang ini.
“Kami sampaikan apresiasi kepada Pertamina Peduli yang telah menyerahkan bantuan ke Posko Penanganan Banjir di Kabupaten Bantaeng,” katanya.
Editor : Marwiah Syam
Comment