Pembangunan Tol Layang AP Pettarani Makassar Masuki Tahap Akhir

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Pembangunan Jalan Tol Layang AP Pettarani yang memiliki panjang 4,3 Km sudah memasuki tahapan penyelesaian span terakhir pada pekerjaan erection box girder.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, mengatakan, tahap pembangunan jalan Tol Layang AP Pettarani sudah masuk tahap akhir, dimana hal ini berarti tidak lama lagi Jalan Tol Layang ini akan dinikmati bersama.

Sekedar diketahui, Jalan tol layang pertama di Kota Makassar ini dibangun mulai dari akhir Jalan Tol Seksi, tepatnya di persimpangan Jalan Urip Sumoharjo melewati Persimpangan Jalan Boulevard Panakkukang, Jalan Hertasning dan berakhir sebelum Persimpangan Jalan Sultan Alauddin.

Nurdin juga menjelaskan, pembangunan jalan tol layang sepanjang 4,3 kilometer ini menjadi jalan tol layang pertama di Sulawesi Selatan dan akan menjadi ikon baru Kota Makassar.

Disamping akan mengurai kemacetan sekitar Jalan AP Pettarani, Jalan Tol Layang ini juga akan menghubungkan dengan Jalan Tol Ujungpandang seksi I dan Seksi II yang akan menjadikan akses ke Pelabuhan Soekarno Hatta dan Bandara Sultan Hasanuddin semakin lancar.

“Hal ini juga akan meningkatkan produktivitas masyarakat. Connectivity antar Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa dan sekitarnya akan menumbuhkan produktivitas masyarakat, yang tentunya juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” katanya, Minggu (17/5/2020).

Teknologi konstruksi yang digunakan pada proyek ini, kata Nurdin, juga tergolong baru. WIKA Beton sebagai kontraktor utama proyek memilih metode span by span dengan launching gantry untuk
proses pemasangan balok jembatan serta beam bracing sebagai metode kerja pier.

WIKA sendiri memiliki pengalaman pada proyek Semanggi. Jadi penggunaan metode ini sangat efektif dan dapat menekan risiko gangguan lalu lintas yang muncul saat proses pengerjaan proyek berlangsung.

“Proyek Jalan Tol Layang pertama di Kota Makassar ini diperkirakan dapat
diselesaikan pada tahun 2020 ini. Hal itu karena meski di tengah pandemi Covid-19, pengerjaan Proyek Jalan Tol Layang AP Pettarani ini terus dilakukan dengan tetap mematuhi standar Sistem Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (SMK3) serta protokol pencegahan Covid-19 yang diterapkan secara disiplin dan ketat. Sejumlah prosedur pencegahan dan penanganan Covid-19 juga telah dibuat, dan diterapkan di seluruh unit kerja sejak akhir Februari 2020 dan terus diperbaharui seiring dengan perkembangan data kasus di Indonesia,” katanya.

Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), Anwar Toha, mengungkapkan, sebagai kontribusi dalam memberikan solusi untuk mengurai kepadatan kendaraan di Kota Makassar, manajemen perusahaan bersama dengan WIKA Beton, Nippon Koei Co Ltd. dalam operasi bersama PT Indokoei International dan PT Cipta Strada selaku Konsultan Supervisi serta PT Virama Karya selaku Konsultan Pengendali Mutu Independen, terus berkoordinasi untuk dapat memberikan pelayanan terbaik dalam menyelesaikan pembangunan ini.

“Salah satunya dengan pengaplikasian metode yang menggunakan teknologi konstruksi terbaru untuk kelancaran proyek. Kami mengharapkan melalui tahapan ini, pengerjaan proyek dapat segera selesai, sehingga masyarakat Makassar dapat merasakan manfaat dari jalan tol layang ini,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama WIKA Beton, Hadian Pramudita, menyampaikan, WIKA Beton bekerja secara maksimal menyelesaikan proyek jalan Tol Layang AP Pettarani ini dengan jaminan biaya, waktu dan mutu kualitas terbaik.

“Ini dengan tetap menjalankan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan kerja kami,” paparnya.

Tol Layang ini sendiri, katanya, dibangun di atas jalan nasional AP Pettarani tanpa adanya pembebasan lahan. Pembangunan proyek ini terbagi atas 74 span pada Main Line, 9 span pada Ramp On dan 7 span pada Ramp Off dengan jumlah box girder sebanyak 3.044 dengan melibatkan tidak kurang dari 1.000 pekerja pada pekerjaan kontruksi di proyek.

Selain itu, kurang lebih 300 orang pada produksi box girder di Pabrik Produk Beton milik WIKA Beton yang berlokasi di KIMA 20 Makassar.

“Kami harap proyek prestisius di wilayah Timur Indonesia ini bisa selesai tepat waktu dengan hasil yang memuaskan. Proyek ini juga merupakan salah satu bentuk kontribusi WIKA Beton dalam pemerataan pembangunan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera, khususnya di wilayah Indonesia Timur,” kata Hadian.

Editor : Marwiah Syam

Comment