Harga Gula Pasir Melonjak, KPPU Tingkatkan Status Pengawasan ke Penegakan Hukum

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai harga gula pasir di masyarakat masih tergolong tinggi, meskipun gula impor telah masuk ke pasar.

Bahkan, persoalan gula pasir ini telah bergeser dari keterlambatan penerbitan Surat Persetujuan Impor (SPI) menjadi ketidaklancaran distribusi produk yang sudah ada di tanah air.

Kondisi ini merupakan persoalan yang melibatkan perilaku pelaku usaha terkait. Karenanya, KPPU meningkatkan status pengawasan gula pasir menjadi proses inisiatif di penegakan hukum.

Peningkatan status dari kajian sektoral tersebut, dilakukan untuk lebih memfokuskan pengawasan KPPU pada perilaku para produsen dan distributor dalam pemenuhan kebutuhan gula nasional.

Hal ini dilakukan, juga karena mengingat kemungkinan adanya pengaturan distribusi gula pasir yang diduga mengakibatkan tingginya harga gula pasir, meskipun telah terdapat realisasi impor yang cukup.

Juru Bicara KPPU, Guntur S. Saragih, mengungkapkan, salah satu hal yang mendasari KPPU, adalah fenomena tingginya harga gula di masyarakat, Jika dibandingkan dengan data yang dikeluarkan International Sugar Organization, dimana harga gula nasional mencapai 240 persen hingga 260 persen, lebih tinggi dibandingkan harga internasional pada April dan Mei 2020.

Adanya disparitas harga gula nasional dan harga gula internasional yang sangat tinggi ini tentunya menciptakan insentif bagi produsen dalam melakukan importasi gula, daripada meningkatkan produksi atau menyerap produksi domestik.

Kajian di KPPU juga menilai bahwa jumlah kuota impor gula dalam persetujuan impor seyogyanya cukup, namun karena pengeluaran izin agak terlambat, baru sedikit yang terealisasikan, sehingga diduga turut berkontribusi atas tingginya harga gula tersebut.

Padahal, persoalan penerbitan SPI dan realisasi impor telah teratasi dengan terlaksananya realisasi sekitar 400 ribu ton, namun harga di pasaran masih cukup tinggi.

Kajian di KPPU juga menunjukkan bahwa pada periode Mei 2020, harga gula rata-rata nasional di pasar tradisional mencapai 44 persen di atas harga acuan penjualan tingkat konsumen. Sementara di pasar ritel modern mencapai 24 persen di atas harga acuan.

Tidak hanya itu, harga lelang gula rata-rata di tahun 2020 berada di kisaran Rp12.000 per kilogram, tidak jauh dari harga acuan penjualan di tingkat konsumen (Rp12.500/kg). Bahkan sempat terdapat harga lelang yang berada di atas harga acuan.

“Karena itu, dalam menindaklanjuti berbagai fakta hasil temuan kajian tersebut, KPPU memutuskan untuk meningkatkan dan memfokuskan status pengawasannya pada perilaku produsen dan distributor sebagai inisiatif di bawah proses penegakan hukum yang ada,” katanya melalui siaran pers pada Beritapedoman.com, Kamis (14/5/2020).

Editor : Marwiah Syam

Comment