BERITAPEDOMAN.com – Selama ini, pemanasan kendaraan dilakukan agar aliran oli bisa menyebar ke mesin sehingga siap digunakan.
Namun, kadang kala memanaskan kendaraan terlalu lama membuat BBM lebih boros, juga membuat orang sekitar atau tetangga kadang merasa terganggu karena menghirup emisi gas buang.

Sekedar diketahui, emisi pada kendaraan adalah salah satu jenis polusi yang paling berbahaya karena mengandung karbon monoksida.
Lantas bagaimana cara memanaskan kendaraan tanpa mengganggu tetangga maupun berakibat boros BBM?
Simak berikut ini seperti dikutip dari laman Suzuki dan Tempo.co, Sabtu (23/11/2019).
Caranya, ketika mobil dinyalakan, khususnya pada kendaraan yang sudah Euro 2 ke atas, RPM akan naik selama 10-15 detik. Ini menandakan kendaraan sudah siap bergerak. Jalankan mobil dengan kecepatan 20 km/jam, dengan posisi persneling di gigi dua, selama 2 menit.
Saat mesin hidup dan kendaraan diam di tempat, yang terjadi adalah bahan bakar terbuang percuma. Jadi dengan dijalankan, bbm akan benar-benar melakukan pembakaran. Tidak hanya untuk membuang emisi di garasi atau halaman rumah yang bisa mengganggu orang yang ada di sekitarnya.
Lantas bagaimana untuk kondisi oli? tidaklah masalah, karena begitu mesin berputar maka oli juga akan berputar untuk melumasi kendaraan, kecuali jika kendaraan Anda benar-benar tidak digunakan selama satu bulan lebih.
Penting untuk diketahui, emisi gas buang knalpot suatu kendaraan mengandung bahan-bahan berbahaya terutama bagi kesehatan. Kandungan zat paling dominan yang keluar dari knalpot mobil adalah karbon dioksida (CO2).
Nah jika berlebihan, senyawa kimia ini bisa menjadi penyebab gangguan pernapasan mereka yang menghirupnya.
Dan akan tambah berbahaya saat mobil dipanaskan di ruang tertutup, seperti garasi atau parkiran gedung.
Hal itu dikarenakan konsentrasi gas buang bisa meningkat dikarenakan asap terperangkap di ruang yang minim sirkulasi.
Editor : Marwiah Syam
Comment