MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Dampak buruk buangan gas bahan bakar ber oktan rendah atau lebih dikenal Premium, diklaim selain merusak lingkungan dan berdampak pada pemanasan global. Ternyata, juga berdampak fatal terhadap anak yang sering menghirupnya, yakni berpotensi menurunkan IQ anak.
Dilansir dari data Badan PBB untuk masalah anak-anak atau United Nations Children’s Fund (UNICEF), mencatatkan sebagian besar penelitian ilmiah yang telah dilakukan menunjukkan adanya potensi risiko polusi udara.
Salah satunya dari dampak bahan bakar ber oktan rendah tersebut, adalah penurunan IQ terhadap anak yang sedang dalam masa perkembangan.
Laporan ini juga menyoroti hubungan antara polusi udara dan fungsi otak, termasuk IQ dan ingatan verbal, maupun nonverbal, nilai akademis yang di bawah rata-rata, dan masalah perilaku neurologis lainnya.
Tak hanya itu, polusi beracun ini juga sangat mempengaruhi perkembangan otak anak, yang meliputi kemampuan ingatan, linguistik, dan motorik anak.
Selain itu, partikel yang sangat halus dalam polusi udara di kota dapat merusak Sawar Darah Otak (SDO). SDO ini sendiri, merupakan partikel yang sangat halus yang melindungi otak dari zat beracun.
Hal ini disebabkan banyaknya urbanisasi di dunia, dan tidak ada pengurangan polusi udara yang memadai. Efeknya, ada banyak anak yang menjadi korban saat ini. Jika, tidak ditanggulangi krisis global ini, dampak buruk di masa mendatang sangat tinggi. Apalagi, beberapa penelitian juga mengaitkan SDO dengan penyakit Alzheimers dan Parkinson pada orang tua,” kata UNICEF
Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, mengungkapkan, dampak buruk Premium tidak hanya pada lingkungan saja, tapi juga berdampak pada lainnya, seperti kesehatan dan penurunan IQ.
Hal itu dikarenakan senyawa kimia organik atau biasa disebut Benzena (C6H6) yang terkandung di dalam Premium sebanyak lima persen, dimana kandungan tersebut, melebihi takaran maksimal yang dianjurkan.
“Benzena dalam Premium itu maksimalnya hanya satu persen. Kalau melebihi dari itu, sangat berisiko terhadap berbagai lini kehidupan, baik kesehatan dan lingkungan,” katanya pada Beritapedoman.com, saat dihubungi via telepon, Jumat (16/8/2019).
Hal ini juga diperkuat dengan banyaknya temuan fakta hasil penelitian, bahwa kualitas udara yang tidak baik, yang disebabkan polutan diklaim memicu berbagai macam penyakit, seperti paru-paru, asma, kanker gagal ginjal dan migrain, dimana penyebabnya sendiri ditengarai bukan hanya dari aktivitas industri, tapi juga dari buangan gas oktan rendah.
Khusus mengenai penurunan IQ anak, dikarenakan zat yang terkandung dalam Premium ikut andil mempengaruhi perkembangan otak anak, khusus anak dalama masa perkembangan.
Penulis/Editor : Marwiah Syam
Comment