Ari Untung Bicara Ekonomi Syariah di PES Makassar

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Artis Ari Untung turut hadir sebagai pembicara di talkshow Pekan Ekonomi Syariah (PES) Makassar, yang digelar Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulsel, di Trans Studio Mall (TSM), Jl Metro Tanjung Bunga, Jumat (16/8/2019) sore.

Talkshow ini sendiri, dihadirkan sebagai bentuk edukasi dan stimulus kepada para pelaku usaha dari berbaga daerah di Sulsel.

Ari Untung, mengungkapkan, Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, tapi ekonomi syariahnya masih kurang. Padahal, potensi ekonomi syariah di Indonesia sangat besar.

Persoalannya, kebanyakan belum menerapkan sunah Rasulullah SAW alias kebiasaan yang dianjurkan Rasulullah belum dijadikan trend.

“Bayangkan, jika sunah Rasul sudah jadi trend, maka secara otomatis ada demand. Nah kalau ada demand (permintaan), maka akan ada produksi. Jika banyak demand, maka otomatis produksi halal tinggi. Ini yang harus didorong,” katanya.

Selain bicara ekonomi syariah. Ari Untung juga berbagi pengalamannya saat berhijrah, dan berbagi tips-tips berdagang kepada para pelaku usaha, baik mikro dan non mikro.

Kepala Departemen Ekonomi Syariah BI, Suhaedi, mengungkapkan, sampai saat ini pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia masih minim, yakni masih sekitar lima persen, padahal lembaga pembiayaan syariah sudah ada sejak tahun 90-an.

“Hal ini dikarenakan kita terlalu fokus pada lembaga keuangannya saja atau konvensional, akhirnya lupa pada pengembangan syariah,” katanya.

Menyikapi hal itu, Bank Indonesia, terus menggalakkan ekonomi syariah dengan tiga pilar.

Pertama, yakni terus mendorong pelaku usahanya, bukan saja mikro, tapi juga para pelaku UKM.

Yang kedua, lembaga keuangan syariahnya harus menjangkau dari semua lapisan masyarakat.

Yang ketiga, lebih mendorong sektor-sektor secara lebih luas lagi, seperti sektor pertanian, pariwisata, dan lebih mendorong lagi industri bersertifikat halal.

“Jadi nantinya, makanan halal bukan cuma di rumah saja yang tersedia. Tapi juga sudah tersedia dijual makanan halal dari produksi halal yang terjamin kehalalannya. Ini yang harus terus didorong,” katanya.

Penulis/Editor : Marwiah Syam



Comment