Rasakan Hematnya, Pengusaha Mikro Ini Makin Cinta Bright Gas dan Ogah Ganti LPG

Guna penyaluran gas secara tepat sasaran, Pertamina terus mendorong penggunaan LPG sesuai peruntukan masyarakat. Salah satunya, Bright Gas sangat cocok digunakan pengusaha warung makan dan ibu rumah tangga yang juga sekaligus wanita karir

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Keunggulan produk LPG non PSO “Bright Gas” kini makin diminati oleh pengusaha mikro. Betapa tidak, selain memiliki banyak keunggulan, tabung pink ini juga diklaim jauh lebih hemat dibanding tabung melon.

Untuk membuktikan hal itu, Beritapedoman.com melakukan survei langsung ke beberapa pengusaha mikro yang terbukti menggunakan elpiji pink tersebut.

Hampir dari semua, reratanya mengakui, bahwa mereka memilih Bright Gas dikarenakan hematnya, selain dari kewajiban menggunakannya sebagai masyarakat mampu.

Salah satunya, Owner Warunk Bakso Mas Cingkrank, Muhammad Noer Ashari, mengungkapkan, sejak debut usahanya sejak lebih dua tahun lalu, sejak itu pula dirinya juga menggunakan LPG non PSO 12 kg dan Bright gas 5,5 kg di dapur outletnya yang terletak di beberapa titik di Makassar, diantaranya di jalan Pettarani, jalan Sunu, jalan Abdullah Dg Sirua, daerah Antang, BTP dan Sudiang.

“Kami menggunakan LPG non PSO, karena merasakan sendiri hematnya. Ya di luar dari itu, kami juga malu karena itu adalah hak masyarakat tidak mampu,” katanya saat ditemui Beritapedoman.com, Kamis (8/8/2019).

Sementara, salah satu pengusaha mikro lainnya, Aminah AN, yang berdomisili di Gowa ini juga mengakui, usahanya yang bergerak di bumbu masakan tradisional Sulsel ini, sudah sedari dulu menggunakan LPG non PSO.

Hal ini, lantaran bukan saja karena dirinya terdaftar sebagai salah satu ASN di Makassar, perempuan berusia lebih seabad ini juga mengakui LPG non PSO jauh lebih hemat dibanding tabung melon.

Dirinya pun, membuktikan hal itu dengan membandingkan saat dirinya menggunakan tabung melon dan saat dirinya menggunakan LPG non PSO ukuran 5,5 kg.

“Kalau tabung melon, saya cuma pakai satu kali satu produksi. Sementara, Bright gas bisa sampe empat hingga lima kali produksi dan tak perlu repot-repot lagi mengganti tabung, karena lumayan lama dipakainya,” katanya.

Pengusaha mikro lainnya, Suciaty, yang bergerak di usaha kuliner, yang kini membuka cabang keduanya di Makassar ini juga mengakui dan membuktikan hematnya Bright Gas dibanding tabung melon ukuran 3 kg.

Betapa tidak, saat dirinya masih menggunakan LPG 3 kg, dirinya mengakui kadang merasa rempong, dimana saat sedang sibuknya melayani pembeli, tapi juga harus mengisi ulang tabung secara bersamaan karena kehabisan gas. Padahal, hanya berselang hitungan hari sudah ganti tabung.

Saat itulah, dirinya mulai beralih move on LPG. “Ya sejak saat itu, kami terus menggunakan Bright Gas, selain hemat, tak perlu rempong sedikit-sedikit isi ulang gas lagi. Apalagi, ada imbauan pemerintah untuk menggunakan LPG sesuai kebutuhan dan kemampuan. Kan saya malu juga pake LPG 3 kg,” katanya.

Penulis/Editor : Marwiah Syam

Comment