MAKASSAR, Beritapedoman.com – Kancah industri perfilman kembali diramaikan film kreativitas karya anak Makassar “Anak Muda Palsu” yang dijadwalkan tayang perdana 4 Juli 2019.
Dengan mengambil latar sosial masyarakat pada umumnya, film ini sendiri mengkisahkan persahabatan yang diwarnai berbagai problematika hidup dan dinamika kampus.
Menariknya, kisah ini tak sekedar bercerita mengenai problematika hidup saja, tapi juga disuguhkan kearifan lokal yang sarat dengan pesan moral yang menjadi warna dan ciri khas tersendiri anak mudanya Bugis Makassar.
Tak berhenti di situ saja, sang pemeran “Abu dan Tuming” yang sudah terkenal dengan guyonan lucunya, menjadi penyempurna adegan-adegan lucunya yang akan ditampilkan.
Tentunya, hal inilah yang membuat para penikmat film wajib menjadikan film “Anak Muda Makassar” ke dalam salah satu agenda tontonan. Kalau tidak, bisa saja Anda penasaran setengah mati.
Produser Film “Anak Muda Palsu”, Andi Ashari, mengungkapkan, film yang disuguhkan ini menjadi salah satu pelengkap film sebelumnya, yakni Uang Panaik.
Hanya saja, dalam cerita ini lebih menggambarkan perjuangan seorang Mahasiswa Abadi, yang tak hanya terhimpit persoalan dinamika kampus, tapi juga dililit utang pembayaran kos.
Adegan-adegan lucu pun menjadi penghias, tapi juga banyak menyiratkan pesan moral, seperti Siri Na Pacce yang menjadi ciri khas orang Sulsel menjadi warna tersendiri dalam adegan yang ditampilkan nantinya.
Setiap adegan nantinya, juga secara apik akan menyuguhkan perjuangan sang pemeran dalam menuntaskan segala problematikanya sendiri seperti cara anak mudanya orang Makassar.
“Untuk akhir kisahnya sendiri. Ya nonton sendiri,” katanya pada Beritapedoman.com, saat dijumpai beberapa waktu lalu.
Salah satu pemeran Anak Muda Palsu, Abu, saat dihubungi via WhatsApp, mengungkapkan, terdapat banyak pesan moral yang ditampilkan dalam film ini, dimana anak muda harus selalu semangat dan jangan pesimis menghadapi hidup.
“Pokoknya, selain dunia persahabatan yang ditampilkan, juga banyak pelajaran hidup,” katanya.
Penulis/Editor : Marwiah Syam
Comment