BI Canangkan 7 Program Unggulan GNPIP 2023

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Sebagai upaya menjaga kestabilan harga pangan dan menghadapi tantangan pengendalian inflasi yang multidimensi, Bank Indonesia (BI) mencanangkan 7 program unggulan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) 2023.

7 program unggulan GNPIP 2023 tersebut, terdiri dari dukungan pelaksanaan kegiatan operasi pasar/pasar murah/SPHP, penguatan ketahanan pangan strategis, perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD), dukungan untuk subsidi ongkos angkut, peningkatan pemanfaatan alsintan dan saprotan, penguatan infrastruktur Teknologi, Informasi, Komunikasi (TIK) diantaranya neraca pangan daerah, serta penguatan koordinasi dan komunikasi untuk menjaga ekspektasi inflasi.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengatakan, 7 program unggulan GNPIP yang menjadi penguatan sinergi ini diharapkan menjadi akselerator langkah konkret bersama untuk mengendalikan tekanan inflasi pangan, mendorong produksi, serta mendukung ketahanan pangan nasional yang akan mendorong terjaganya daya beli, serta pemulihan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“Dalam jangka pendek, guna memastikan terkendalinya inflasi menjelang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dalam menjaga terkendalinya inflasi volatile foods dan ekspektasi inflasi melalui penguatan dukungan fasilitasi pasar murah, koordinasi penguatan dan perluasan kerjasama antardaerah (KAD), serta penguatan koordinasi dan komunikasi kebijakan pengendalian inflasi,” katanya, saat Kick Off GNPIP 2023 dengan tema ‘Sinergi dan Inovasi untuk Ketahanan Pangan Nasional’, di Balai Manunggal, Jl. Jenderal Sudirman, Minggu (5/3/2023).

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Amir Uskara, juga mengajak seluruh komponen Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk bekerjasama mendorong implementasi GNPIP guna mengendalikan inflasi pangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Peran strategis Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai salah satu lumbung padi nasional yang berkontribusi sebesar 25 persen dari pasokan nasional, harus memotivasi daerah lainnya untuk memperkuat ketahanan pangan strategis daerahnya masing-masing,” katanya.

Amir Uskara, juga berharap ke depan, daerah-daerah sentra produksi semakin bersinergi dan memperluas kerjasama antardaerah agar berkontribusi dalam penciptaan stabilitas harga secara regional maupun nasional.

Sementara, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, program unggulan GNPIP yang telah diimplementasikan di Sulsel hingga saat ini, diantaranya berupa perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD), kerjasama antara platform digital farming dengan gapoktan, optimalisasi jalur distribusi “Sipeppa” yang diperluas melalui kerjasama antara Bulog dengan Toko Ritel Modern Nasional, serta dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Saprotan dan bantuan pemberian 100.000 bibit cabai Katokkon.

“Bank Indonesia juga telah menyerahkan bantuan sarana dan prasarana produksi hortikultura kepada beberapa kelompok petani diantaranya mesin pengering beras serta alat cultivator,” katanya.

Redaktur : Marwiah Syam Butterflyrock

Comment