Ini Bahaya Timbal yang Terkandung dalam BBM Premium yang Perlu Diketahui

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Keberadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) sejatinya telah menjadi salah satu kebutuhan fundamental dalam melengkapi aktivitas manusia, bahkan telah menjadi bagian penting sebagai penunjang di sektor ekonomi.

Alhasil, dampak dari keberadaannya pun juga memberi andil di berbagai lingkup, khususnya lingkungan dan kesehatan.

Hanya saja, dari sekian pentingnya penggunaan BBM tersebut, tak ayal masyarakat masih abai dalam memilih BBM, sehingga faktor krusial pun terkesampingkan. Padahal, tidak semua BBM layak digunakan, seperti BBM Premium yang mengandung timbal yang sangat berbahaya untuk lingkungan dan kesehatan manusia.

Sekedar diketahui, timbal yang terkandung dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium diklaim paling andil mencemari lingkungan. Tak hanya merusak kondisi lingkungan, baik udara, air, dan tanah, tapi juga terbukti sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Dosen Program Studi Kesmas FKIK UIN Alauddin Makasssar, Andi Susilawaty, mengatakan, keberadaan timbal dalam BBM Premium sangat berbahaya tidak hanya dari sisi lingkungan tapi juga dari segi kesehatan.

“Dampaknya ini paling banyak ditemukan dalam konsentrasi tinggi di udara sebagai hasil buangan dari pembakaran kendaraan bermotor yang menggunakan Premium, sehingga tak hanya mencemari lingkungan tapi juga merusak kesehatan manusia. Itulah sebabnya pemerintah sejak tahun 2000-an membuat program Bensin Tanpa Timbal (BTT). Tap karena berbagai kepentingan di industri migas, alhasil program penghapusan timbal dalam BBM ini mengalami kendala, baik di tataran kebijakan maupun implementasi,” katanya melalui WhatsApp, Kamis (4/2/2021).

Andi Susilawaty juga mengatakan, BBM Premium yang masih digunakan masyarakat hingga saat ini masih mengandung timbal hingga maksimum 0.013 g/liter. Itulah kenapa Premium berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan karena sifatnya timbal ini tidak terurai di lingkungan maupun di dalam tubuh manusia.

“Ini yang membuat timbal sangat berbahaya, baik di lingkungan maupun jika sudah masuk ke dalam tubuh manusia, baik itu lewat pernafasan atau melalui pencernaan baik lewat makanan atau minuman yang kita konsumsi,” katanya.

Sebagai informasi penting yang harus diketahui dari timbal ini, yakni ketika terhirup melalui pernafasan, kata Andi Susilawaty, di dalam tubuh manusia, sebagian kecil timbal diekskresikan lewat urine atau feses karena sebagian terikat dengan protein, tapi selebihnya terakumulasi dalam berbagai organ tubuh, antara lain di sistem stem cell.

Tak hanya itu, timbal juga menghambat system pembentukan hemoglobin (Hb) sehingga menyebabkan anemia dan jika terpapar dalam jangka waktu yang lama akan berbahaya bagi sistem saraf karena timbal dapat memicu kerusakan otak, dimana gejalanya bisa seperti epilepsy atau kerusakan otak lainnya.

Bahkan, satu hasil penelitian juga menunjukkan bahaya paparan timbal konsentrasi tinggi pada ibu hamil dapat menyebabkan janin sangat peka, sehingga berefek pada keguguran atau kematian janin.

“Sangat berbahaya. Tak hanya itu, paparan timbal ini juga  terbukti menyebabkan kanker pada kita sebagai imbas buangan BBM Premium,” katanya.

Penulis/Redaktur : Marwiah Syam

Comment