Dorong Generasi Muda Cerdas Finansial, OJK Sulselbar Gelar Kegiatan Edukasi Keuangan

MAMUJU, BERITAPEDOMAN.com – Sebagai upaya terus mendorong generasi muda yang adaptif dan cerdas finansial, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) menggelar kegiatan peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 9 hingga 11 Juni 2026 di Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, dan Majene ini, merupakan bagian dari komitmen OJK dalam membentuk generasi muda yang cakap finansial, mampu mengelola keuangan secara bijak, serta memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara aman dan bertanggungjawab.

Kepala OJK Sulselbar, Mochamad Muchlasin, menyampaikan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda, merupakan investasi jangka panjang dalam
menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan cakap finansial.

Edukasi keuangan yang diberikan sejak usia sekolah hingga perguruan tinggi, kata Muchlasin, akan membantu generasi muda dalam mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak dan bertanggungjawab. Apalagi saat ini, generasi muda juga perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan layanan keuangan digital secara cerdas, serta memahami berbagai risiko yang dapat muncul dalam aktivitas keuangan di era digital.

“Karena itu, kegiatan edukasi sangat penting dilaksanakan, sekaligus untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko kejahatan keuangan, termasuk penipuan digital, pinjaman online ilegal, dan investasi ilegal,” kata Muchlasin, melalui siaran pers, Senin (15/6/2026)

Sekedar informasi, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, dicatatkan tingkat literasi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa telah mencapai 61,76 persen. Angka ini meningkat  56,42 persen, dibanding tahun 2024. Sementara itu, tingkat literasi keuangan syariah juga dicatatkan meningkat dari 30,17 persen pada
tahun 2024 menjadi 40,49 persen pada tahun 2025.

Data tersebut, menunjukkan perkembangan positif dalam pemahaman keuangan
generasi muda. Namun demikian, upaya edukasi yang berkelanjutan masih diperlukan
untuk meningkatkan pemahaman mengenai manfaat, risiko, hak, dan kewajiban dalam penggunaan produk dan layanan jasa keuangan.

Untuk itu, melalui kegiatan edukasi yang menjangkau sebanyak 370 pelajar dan mahasiswa di tiga kabupaten di Sulawesi Barat tersebut, OJK Sulselbar dapat mendorong terbentuknya generasi muda yang semakin melek keuangan, memiliki budaya menabung yang kuat, bijak dalam bertransaksi digital, serta mampu menjadi agen literasi keuangan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Dengan semakin meningkatnya pemahaman dan akses terhadap produk, serta layanan jasa keuangan, kami berharap generasi muda mampu menjadi pelaku utama dalam membangun budaya keuangan yang sehat, mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta berkontribusi dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan
ekonomi nasional yang berkelanjutan,” kata Muchlasin.

Comment