Hari Bumi, Hari yang Kerap Terlupakan

Beritapedoman.com – Hari bumi atau Earth Day adalah peringatan tentang planet bumi yang dicanangkan setiap 22 April tiap tahunnya di seluruh dunia yang juga merupakan apresiasi penduduk dunia terhadap planet yang dihuni oleh umat manusia.

Peringatan hari bumi, pertama kali dilontarkan oleh senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson. Gagasan Hari Bumi ini sendiri, dimulai saat Dia menyampaikan pidatonya di kota Seattle tahun 1969 lalu, tentang desakan untuk memasukkan isu-isu kontroversial lingkungan hidup kedalam kurikulum resmi perguruan tinggi.  

Gagasan Nelson tersebut, mendapat dukungan yang luar biasa dari masyarakat sipil. Bahkan, dukungan terus membesar dan memuncak dalam aksi peringatan Hari Bumi yang diikuti oleh jutaan orang turun ke jalan pada 22 April 1970 lalu.

Demonstrasi masyarakat sipil ini, menyampaikan pesan yang serius kepada para politisi untuk bangkit dan berbuat sesuatu untuk menyelamatkan lingkungan.

Peringatan Hari Bumi juga merupakan klimaks perjuangan gerakan lingkungan hidup era tahun 60-an untuk mendesakkan masuknya isu lingkungan hidup sebagai agenda tetap kebijakan nasional.

Saat ini, Earth Day Network (EDN), Jaringan Hari Bumi, organisasi yang memimpin perayaan Hari Bumi di seluruh dunia, mencanangkan tema tahun 2019 ini sebagai tahun untuk “Melindungi Spesies Kita”.

Menurut EDN, tema tersebut untuk menyoroti fakta bahwa aktivitas manusia secara langsung telah menyebabkan kepunahan massal spesies daripada penyebab alaminya.

Di Indonesia sendiri, kerusakan lingkungan yang mengancam spesies dan ekosistem banyak diakibatkan oleh kerusakan hutan, alih fungsi lahan, kegiatan exploitatif yang menyebabkan degradasi lingkungan, dan pencemaran.

Untuk konteks wilayah Sulsel sendiri, Pengamat Lingkungan Sulsel, Asmar, angkat bicara mengenai hal tersebut.

Menurutnya, ancaman bagi lingkungan diakibatkan oleh kebijakan yang tidak ramah lingkungan serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sumber daya hutan terancam oleh ekspansi sektor pertambangan, alih fungsi hutan untuk kegiatan non kehutanan serta pembangunan infrastruktur.

Disisi lain, pencemaran lingkungan juga masih masif terjadi. Penanganan sampah di semua wilayah, serta pengendalian polusi dan pencemaran lingkungan masih minim.

Dalam momentum peringatan hari bumi ini, sudah saatnya menyerukan secara bersama-sama, agar pemerintah dan para pengambil kebijakan, korporasi, serta semua pihak saling bahu-membahu untuk menyelamatkan lingkungan hidup.

“Semua pihak harus mengambil bagian dan ikut berkonstribusi menyelamatkan bumi, karena kita tidak sendirian di planet ini. Selamatkan bumi kita untuk generasi saat ini dan yang akan datang. Jangan biarkan Hari Bumi menjadi Hari yang tak berarti apa-apa,” katanya.

Editor : Marwiah Syam

Comment