Tawa Riang Anak Sekolah Percaya Diri Berani Sambut Masa Depan

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Gelak tawa riang tersemat mewarnai proses belajar yang berlangsung di sekolah informal ‘Sekolah Percaya Diri’ asuhan ibu Nuraeni di lingkungan Patingalloang, Kecamatan Ujung Tanah yang didirikan sejak 6 September 2014 lalu itu, saat disambangi Beritapedoman.com, Jumat (1/11/2019).

Sebanyak kurang lebih 70 siswa, baik laki-laki dan perempuan, ada yang berusia empat tahun, lima tahun hingga siswa berusia 17 tahun sibuk belajar mengasah bakat dan keterampilan serta membuat kerajinan sesuai minat masing-masing siswa.

Proses belajar yang terjadwalkan tiap Jumat dan Minggu jam 1 siang hingga jam 4 sore ini berlangsung ceria. Masing-masing anak sibuk mengekspresikan keinginan besarnya yang selama ini terpendam.

Mereka lagi tak malu, tidak lagi ragu. Kini mereka lebih percaya diri dan lebih berani menyongsong masa depan mereka tanpa lagi takut akan dibully atau disudutkan seperti dulu.

Kini mereka bebas menyuarakan impian mereka, menari, menyanyi, dan berani menyebut secara lantang cita-cita mereka dengan kepercayaan diri yang kuat.

Sekedar diketahui, sekolah Percaya Diri ini didirikan khusus untuk anak yang mengalami krisis mental kepercayaan diri akibat kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual di lingkungan sekitar mereka tinggal.

Kepercayaan diri para siswa Sekolah Percaya Diri makin berani mengepakkan sayap saat menjadi bagian program CSR Pertamina sejak 2016 lalu yang memberikan kontribusi besar berupa sokongan fasilitas pengadaan sarana belajar dan dana operasional sekolah Anak Percaya Diri sebagai dedikasi dan komitmen pada dunia pendidikan.

Andil ini tentunya makin memotivasi para siswa agar bisa berangsur meraih kepercayaan diri mereka kembali dan lebih berani mengungkapkan pendapat mereka.

Seiring perkembangan mereka dimonitor tiap bulannya, para pegawai Pertamina juga selalu menyempatkan mengisi sesi kegiatan belajar mengajar mengenai pengetahuan di sekolah, selain mendatangkan pengajar lainnya dan psikologi anak.

Pendiri sekaligus Guru Sekolah Percaya Diri, Nuraeni, mengungkapkan, dirinya membuka sekolah ini karena prihatin melihat kondisi anak-anak korban tersebut.

“Dalam kegiatan proses belajar, selain memotivasi kepercayaan diri mereka, kita juga bekali mereka pendidikan akhlak, pembelajaran mengenai kebersihan diri dan lingkungan, mengasah bakat dan minat mereka dan membekali mereka dengan keterampilan membuat kerajinan,” katanya pada Beritapedoman.com disela-sela proses belajar.

Sekolah Percaya Diri ini, kata Nuraeni, merupakan salah satu impian besarnya yang sudah terwujud, berkat program CSR Pertamina.

“Bagaimana jika mereka masih seperti dulu, trauma, apa yang akan terjadi dengan masa depannya. Alhamdulillah, berkat bantuan Pertamina, ini sangat membantu anak-anak pesisir mendapatkan kepercayaan dirinya kembali dan berani berekspresi,” katanya.

Harapan terbesar saat ini, lanjutnya, semoga program ini terus berjalan. “Kalau bisa guru seni kearifan lokal “Sinrili” juga nantinya didatangkan Pertamina, karena kami ingin menampilkan musik tradisi daerah dan melestarikan ke generasi selanjutnya,” harapnya.

Penulis/Editor : Marwiah Syam

Comment