PULAUSAMATELLU, BERITAPEDOMAN.com – Tenaga pendidik yang mendedikasikan diri pada wilayah terpencil, adalah salah satu aset penting negeri dalam mencerdaskan generasi di pelosok. Dan eksistensinya sebagai tenaga pendidik, tentu membutuhkan telekomunikasi yang handal dalam lingkup kesehariannya sebagai hak fundamental untuk tetap terhubung dengan keluarga, para guru, dan muridnya.
Adalah Muhammad Tahir, seorang tenaga pendidik (Guru Mate-matika SMA). Selama 17 tahun Ia telah mendedikasikan dirinya sebagai tenaga pengajar di pulau.
Awal karirnya, Ia mengajar di Pulau Salemo, Desa Mattiro Bombang, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep. Ia telah mengabdi di pulau itu sejak tahun 2008 dan telah menggunakan Telkomsel.
“Sedari dulu, saya adalah pengguna Telkomsel, baik kala masih berstatus mahasiswa. Pun kala hijrah ke pulau untuk mengajar. Dan berkat Telkomsel, saya sebagai tenaga pendidik sangat terbantu, walau dulunya kadang mesti ke dermaga hanya sekadar mendapatkan jaringan internet secara stabil. Pun kala saya terangkat menjadi ASN PPPK pada tahun 2022 lalu yang membuat saya bolak-balik antar Pulau Salemo dan Pulau Samatellu Lompo untuk menjalankan tugas sebagai pendidik. Alhamdulillah koneksi Telkomsel tetap membersamaiku dalam keseharian beraktivitas. Apalagi dengan hadirnya Base Transceiver Station (BTS) di Pulau Salemo, disusul BTS di Pulau Samatellu makin membuat saya tak risau lagi ketika mesti harus bervia zoom, baik untuk rapat atau belajar daring karena cuaca buruk menghambat aktivitas kala ingin ke Pulau Salemo mengajar. Begitupun sebaliknya,” kata Tahir, pada Berita Pedoman, saat disambangi, Jumat (22/8/2025).
Tahir, sejatinya bukan anak pulau. Namun Ia terpanggil dan memilih mengabdi di pulau karena melihat tenaga pendidik di pulau masih minim.
Dulunya, kata Tahir, sinyal di Pulau Samatellu itu adanya ketika antara jam 8-9 pagi. Dan berlangsung hingga hampir pukul 24 malam. Jadi setelah rentang waktu itu, tidak ada sinyal. Belum jika cuaca buruk.
“Kini dengan hadirnya BTS hampir 3 tahun lalu di Pulau Samatellu, membuat kami para guru tak risau lagi. Selain membantu hubungan dengan keluarga dan kegiatan mengajar lancar. Juga kami sudah bisa berselancar di media sosial secara lancar untuk mendapatkan informasi,” kata Tahir.
Tahir, berharap, untuk ke depannya koneksi internet Telkomsel makin handal lagi hingga ke pelosok.
“Apalagi kita ini guru kadang sinyal menjadi kendalanya saat kita melaksanakan AKM atau ANBK. Tentunya dengan hadirnya infrastruktur telekomunikasi yang makin meluas lagi di wilayah pelosok, akan sangat membantu. Khususnya tenaga pendidik seperti kami,” kata Tahir.
Penulis/Redaktur : Marwiah Syam Butterflyrock
Comment