IOH Catat Pertumbuhan Pendapatan Dua Digit

JAKARTA, BERITAPEDOMAN.com – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) sukses mempertahankan momentum bisnis yang kuat sepanjang sembilan bulan pertama 2026 dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit peningkatan profitabilitasnya.

Dari laporan kinerja, dicatatkan pendapatan IOH berhasil tumbuh 11 persen menjadi Rp45,8 triliun secara year on year (yoy). Sementara EBITDA juga dicatatkan tumbuh kuat mencapai Rp21,1 triliun. Adapun laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, juga dicatatkan naik 37,2 persen menjadi Rp4,9 triliun secara year on year (yoy).

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Vikram Sinha, mengatakan, pencapaian kinerja positif ini semakin memperkuat posisi Indosat sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

“Pencapaian ini, ditopang oleh bisnis inti telekomunikasi yang tetap kuat dan menjadi fondasi bagi pengembangan sumber pertumbuhan baru, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi perusahaan,” kata Vikram Sinha, melalui siaran pers, Rabu (28/10/2026)

Adapun pertumbuhan bisnis inti telekomunikasi, kata Vikram Sinha, didorong oleh strategi AI hyper-personalization berbasis data untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang semakin relevan, sekaligus mengoptimalkan monetisasi dan mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Hasilnya, Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan berhasil tumbuh 16,5 persen   menjadi Rp46.000 secara year on year (yoy), sejalan dengan trafik data yang juga naik 16,0 persen menjadi 14.829 petabyte.

“Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami. Karena itu, fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum. Kekuatan finansial inilah yang memungkinkan kami untuk berinvestasi pada fase pertumbuhan berikutnya,” kata Vikram Sinha.

Ke depannya, kata Vikram Sinha, IOH akan terus membangun kapabilitas untuk menjawab tingginya kebutuhan akan infrastruktur dan solusi AI, baik di Indonesia, maupun di kancah global.

“Hal ini karena kami ingin memastikan teknologi semakin mudah diakses, sekaligus mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan maupun perekonomian secara luas,” kata Vikram Sinha.

Comment