MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Usia PT Semen Tonasa kini telah memasuki ke-58 tahun. Perjalanannya telah menembus lebih setengah abad mengiringi dan memberi kontribusi untuk kemajuan negeri. Eksistensinya tak hanya hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tapi juga hadir membawa kesejahteraan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan lewat berbagai program, baik secara sosial, ekonomi dan lingkungan yang mencerminkan keharmonisan dengan alam lewat praktik keberlanjutan sebagai bukti komitmen bahwa PT Semen Tonasa tak hanya sangat peduli kepada alam, lingkungan dan keberlangsungan ekosistem, tapi juga makin mengukuhkan transformasinya ke arah masa depan yang lebih cemerlang dalam berkontribusi untuk negeri.
Transformasi tersebut, tak hanya menjadikan PT Semen Tonasa makin berdaya saing di kancah industri, namun juga membuktikan makin membanggakan, dimana salah satunya terukir lewat prestasi yang sangat keren lewat penerapannya pada prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sehingga berhasil meraih predikat tertinggi “Platinum Alignment” dengan skor 85,16, di ajang Top 100 Indonesia La Tofi ESG Rating 2025 beberapa waktu lalu.
Capaian ini, tentunya makin mengukuhkan transformasi PT Semen Tonasa yang terus memperkuat implementasi ESG di seluruh lini operasionalnya, baik dalam efisiensi energi, pengurangan emisi, pengembangan masyarakat, hingga tata kelola perusahaan dalam menghadirkan kinerja keberlanjutan yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat yang juga mengantar PT Semen Tonasa meraih Juara 1 pada Penghargaan Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) pada 2026 lalu secara tingkat nasional atas dedikasinya pada praktik keberlanjutan lewat efisiensi dan kepedulian industri yang berwawasan lingkungan yang tentunya capaian ini makin meneguhkan posisi PT Semen Tonasa sebagai industri tambang yang tak hanya untuk negeri, tapi juga menjaganya dengan ikut andil mendukung proses revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep melalui komitmen kuatnya terhadap pelestarian lingkungan dan warisan budaya.
Manager Environment Monitoring PT Semen Tonasa, Muhammad Yasin, kepada Berita Pedoman, mengungkapkan bahwa PT Semen Tonasa akan terus memperkuat praktik keberlanjutan melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pengendalian dampak operasional, tetapi juga pada pemulihan ekosistem, efisiensi sumber daya, inovasi lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Adapun beberapa program yang menjadi prioritas ke depan PT Semen Tonasa, antara lain yang pertama, adalah program dekarbonisasi dan penurunan emisi gas rumah kaca melalui peningkatan efisiensi energi, optimalisasi penggunaan bahan bakar alternatif seperti sekam padi dan limbah yang memenuhi persyaratan, serta pemanfaatan teknologi yang lebih rendah karbon. Yang kedua, program penguatan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah dengan meningkatkan penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang berfokus pada pengembangan pemanfaatan limbah menjadi sumber daya, sekaligus memperkuat program pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Yang Ketiga, yakni program rehabilitasi lahan pasca tambang dan pelestarian keanekaragaman hayati melalui revegetasi tanaman lokal, pemulihan fungsi ekosistem, serta pemantauan keberhasilan tumbuh tanaman dan perkembangan biodiversitas secara berkelanjutan. Yang ke empat, yakni program pengembangan inovasi sosial berbasis potensi lokal dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah, dan pemanfaatan sekam padi sebagai sumber energi alternatif, serta pengembangan usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi, sekaligus mengurangi tekanan terhadap lingkungan. Dan yang kelima, yakni program penguatan kolaborasi dengan masyarakat, pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya guna memastikan bahwa setiap program lingkungan memberikan dampak nyata, terukur, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Program-program tersebut, adalah bukti bahwa PT Semen Tonasa terus bertransformasi dalam memperkuat praktik keberlanjutan agar selaras dengan lingkungan dan tidak hanya memberi manfaat manusia,” kata Yasin pada Berita Pedoman, Selasa (28/10/2026).
Tak itu saja, kata Yasin, PT Semen Tonasa juga terus memperkuat pendekatan pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanganan keadaan darurat secara terpadu. Hal ini dilakukan karena keberlanjutan industri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjaga kinerja operasional, tetapi juga oleh kesiapan perusahaan dalam menghadapi risiko bencana alam, maupun potensi keadaan darurat yang dapat berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Untuk itu, PT Semen Tonasa juga menyiapkan beberapa langkah yang menjadi fokus ke depan, diantaranya yang pertama adalah penguatan sistem identifikasi dan pemetaan risiko bencana lingkungan. Yang kedua, peningkatan kesiapsiagaan dan tanggap darurat. Ketiga, penguatan perlindungan dan pemulihan lingkungan. Keempat, peningkatan kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah setempat. Dan yang kelima, adalah penguatan pemantauan dan evaluasi berbasis data yang terus dilakukan.
“Langkah-langkah tersebut, mencerminkan bahwa kami di PT Semen Tonasa, tak hanya menerapkan praktik keberlanjutan, tapi juga menerapkan pendukungnya,” kata Yasin pada Berita Pedoman.
Tak itu saja, beberapa waktu lalu, PT Semen Tonasa juga membuktikan upayanya dalam mendukung energi terbarukan. Salah satunya, menggandeng sejumlah pemerintah daerah dan kota di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk mengatasi krisis sampah dan mengubahnya menjadi energi terbarukan.
Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, beberapa waktu lalu, mengatakan, kerjasama ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan terhadap prinsip Sustainability Development Goals (SDGs), terutama pada aspek lingkungan dan energi bersih.
“Kolaborasi ini adalah langkah nyata menuju masa depan yang lebih hijau. Kami di PT Semen Tonasa percaya bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tentang kebersihan lingkungan, tetapi juga peluang menciptakan nilai ekonomi baru,” kata Anis, beberapa waktu lalu.
Kolaborasi ini, kata Anis, menjadi tonggak penting dalam upaya menciptakan energi terbarukan berbasis pengelolaan sampah melalui pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF) bahan bakar alternatif hasil olahan sampah rumah tangga yang dapat menggantikan sebagian batu bara dalam proses produksi semen.
“MoU ini menjadi bukti nyata komitmen dalam menerapkan solusi pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan,” kata Anis.
Sekadar diketahui, RDF yang dihasilkan dari pengolahan sampah kota tersebut, akan menjadi bahan bakar alternatif ramah lingkungan untuk kebutuhan operasional pabrik, sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon dan penggunaan energi fosil.
Program ini, juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ekonomi sirkular dan menekan dampak lingkungan akibat timbunan sampah perkotaan.
Melalui inisiatif RDF, PT Semen Tonasa tidak hanya berperan sebagai off-taker (penyerap hasil produksi RDF), tetapi juga siap mendampingi daerah dalam proses pembangunan fasilitas pengolahan sampah hingga tahap operasional.
“Dengan RDF, kami berupaya menggantikan sebagian kebutuhan batu bara dan menekan emisi karbon dalam proses produksi semen. Lebih dari itu, kami ingin memastikan bahwa kolaborasi ini memberi manfaat bagi masyarakat, pemerintah daerah, dan lingkungan secara berkelanjutan,” kata Anis.
Dengan pencapaian aksi tersebut, patutlah PT Semen Tonasa di usianya lebih setengah abad ini layak menjadi panutan di dunia industri tambang lainnya bahwa eksistensi tak cukup dengan hadir untuk negeri saja, tapi juga bertanggungjawab menjaga negeri dan segala warisannya.
Penulis/Redaktur : Marwiah Syam Butterflyrock
Comment