JAKARTA, BERITAPEDOMAN.com – Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar Bank Indonesia (BI), resmi ditutup dengan mencatatkan capaian positif berupa peningkatan transaksi sebesar 46 persen dengan nominal transaksi mencapai Rp144,2 miliar dibanding tahun 2025.
Tak hanya itu, pencapaian business matching ekspor juga mencapai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara. Sementara business matching pembiayaan juga dicatatkan mencapai Rp285 miliar atau meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, mengatakan, capaian tersebut, menunjukkan semakin luasnya akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, dan jejaring bisnis, baik di dalam negeri, maupun luar negeri.
“Selain mencatatkan peningkatan transaksi, KKI 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem UMKM Indonesia agar semakin berdaya, inovatif, dan mampu menembus pasar global,” kata Aida, dalam Seremoni Penutupan KKI 2026, di JICC Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Aida, juga menyampaikan bahwa melalui kolaborasi berbagai pihak, KKI mempertemukan UMKM dengan peluang pasar, pembiayaan, jejaring bisnis, serta pengembangan kapasitas dan inovasi. Pendekatan tersebut, menegaskan bahwa pengembangan UMKM tidak berhenti pada promosi dan transaksi, tetapi diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan mendorong UMKM naik kelas.
“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung,” kata Aida.
Sekadar informasi, pada KKI 2026 ini melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia, dengan hampir 560 UMKM berpartisipasi secara luring menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, hingga karya kreatif generasi muda.
Tak hanya itu, KKI 2026 ini juga didukung 27 kementerian/lembaga serta 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kepala Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan, pada kegiatan KKI 2206 ini, sebanyak tiga UMKM wastra Sulawesi Selatan, yaitu Losari Silk dan Arni Kurnia Silk dari Wajo, serta Pio Etnik dari Toraja Utara, berpartisipasi dalam pameran luring. Sementara sebanyak 21 UMKM Sulawesi Selatan lainnya, turut berpartisipasi dalam pameran KKI online dengan beragam produk, mulai dari wastra, ready to wear (RTW), makanan dan minuman olahan, kopi, hingga kriya.
Partisipasi tersebut, kata Rizki, turut menghasilkan capaian transaksi yang positif, dimana selama rangkaian KKI 2026, transaksi penjualan UMKM Sulawesi Selatan mencapai Rp1,028 miliar. Transaksi tersebut, terdiri atas Rp215 juta dari pameran luring, dan Rp813 juta dari pameran online.
“Capaian tersebut, menunjukkan bahwa keikutsertaan UMKM Sulawesi Selatan dalam KKI 2026 tidak hanya memberikan ruang untuk memperkenalkan produk, tetapi juga membuka akses terhadap pasar yang lebih luas, jejaring kemitraan, dan peluang ekspor. Hal ini sejalan dengan upaya Bank Indonesia untuk terus memperkuat daya saing UMKM Sulawesi Selatan melalui perluasan akses pasar, pembiayaan, inovasi, dan penguatan jejaring bisnis,” kata Rizki.
Ke depan, berbagai peluang dan insight yang diperoleh selama KKI 2026, kata Rizki, akan terus ditindaklanjuti melalui penguatan program pengembangan UMKM di daerah.
“Dengan sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak UMKM Sulawesi Selatan mampu naik kelas, dan memperluas penetrasi pasar nasional, serta menembus pasar global,” kata Rizki.
Comment