Kunang-kunang Makin Menghilang, Ini Penyebabnya

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com –  Kunang-kunang makin menghilang dan semakin jarang bisa ditemui di alam.

Lantas apa penyebabnya, hingga membuat salah satu hal menakjubkan di bumi makin menghilang?

Dosen dan peneliti entomologi dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Kesumawati Hadi, mengatakan bahwa kunang-kunang menjadi cerminan kesehatan suatu ekosistem.

“Kunang-kunang merupakan bioindikator, yaitu organisme yang keberadaan atau ketidakhadirannya dapat mencerminkan kesehatan suatu ekosistem. Jadi ketika kualitas lingkungan memburuk, populasinya akan cepat menyusut, bahkan menghilang,” kata Kesumawati, seperti dilansir dari laman resmi IPB University, Kamis (26/6/2026).

Tak hanya itu, fenomena berkurangnya populasi kunang-kunang juga terjadi secara global, seperti dilansir dari data International Union for Conservation of Nature (IUCN) yang menyebutkan bahwa 20 persen spesies kunang-kunang masuk dalam kondisi terancam.

Bahkan sejumlah spesies di kawasan mangrove Indonesia, Malaysia dan Thailand juga masuk dalam kategori rentan.

Adapun faktor utama penyebab menurunnya populasi kunang-kunang, diantaranya adalah kerusakan habitat akibat Alih fungsi lahan hijau, rawa dan persawahan menjadi pemukiman dan industri membuat tempat hidup kunang-kunang hilang.

Faktor lainnya, adalah polusi cahaya lampu LED yang terlalu terang, sehingga mengganggu proses perkawinan kunang-kunang karena cahaya buatan menyulitkan kunang-kunang jantan mendeteksi sinyal cahaya dari betina dan membuat gagal bereproduksi.

Tak hanya itu, penggunaan insektisida kimia, perubahan iklim yang membuat kekeringan, semenisasi saluran irigasi dan urbanisasi juga menjadi faktor penyebab kunang-kunang jarang terlihat.

Dengan fenomena ini, generasi mendatang berisiko tidak bisa melihat langsung kunang-kunang dan mengenalnya hanya dari buku, museum atau tayangan saja.

Untuk itu, masyarakat perlu melakukan beberapa langkah sederhana untuk bisa menjaga lingkungan. Salah satunya, adalah dengan tidak menutup seluruh halaman dengan semen dan mengurangi penggunaan lampu luar ruangan yang terlalu terang, serta memanfaatkan pupuk organik. Tak lupa selalu  menjaga kebersihan sungai dan saluran air, agar habitat kunang-kunang terjaga.

Comment