MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Pandemi virus corona (Covid-19) selama beberapa bulan terakhir yang melanda hampir di berbagai belahan dunia tak hanya meninggalkan luka kehilangan, tapi juga melumpuhkan berbagai sektor.
Aktivitas dunia yang hampir 24 jam terus bergulir, kini seolah-olah lumpuh dengan diberlakukannya Lockdown dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah negara membuat kita mau tak mau harus stay at home (berdiam diri di rumah).
Tentunya dengan kondisi itu membuat kita stres, dan mungkin uring-uringan karena termakan rasa bosan, dan tidak bisa terus berdiam diri.
Tapi apakah kita pernah menyelisik penderitaan yang ditimbulkan Covid-19? Ya walalaupun kita semua berharap pandemi global ini segera berlalu, tapi kita juga tak boleh menafikan hikmah dibalik Covid-19 ini.
Karena Covid-19, kita bisa merasai hikmah terbesar di dunia saat ini, yakni dengan berkurangnya polusi udara secara signifikan di berbagai negara. Tentunya hal ini adalah hal yang sangat positif, mengingat tingkat polusi udara di dunia sudah sangat memprihatinkan dan merusak hayati, serta kesehatan manusia.
Bahkan sebelum Covid-19, hampir di berbagai belahan dunia, limbah perusak lingkungan telah menjadi momok menakutkan, bukan hanya pada lingkungan tapi juga habitat. Karena pandemi Covid-19, aktivitas manusia dan industri pun terhenti sejenak dan memberi ruang pada lingkungan untuk bernafas lega sesaat. Begitu pun makhluk hidup di sekitarnya.
Selain berkontribusi besar pada lingkungan, pandemi Covid-19 juga memberi kita ruang untuk lebih peduli dan makin empati pada sesama. Bahkan kondisi yang kini bersekat pun mampu melahirkan banyak kreatifitas, dan tentunya ada rindu yang makin menggebu pada sanak saudara, sahabat yang tak bisa ditemui dan karenanya kita makin memiliki banyak cinta.
Tentunya dengan hikmah tersebut, setidaknya mampu meredam ego dan kekecewaan kita karena Covid-19, dan mengambil banyak pelajaran di dalamnya, khususnya lebih peduli pada lingkungan, kesehatan, kebersihan diri dan lingkungan, makin empati pada sesama, dan selalu ingat bahwa kita bukan apa-apa di dunia ini.
Dan tentunya, semoga saja pandemi global ini cepat berlalu dan tetap meninggalkan hal baik yang dituai dibalik Covid-19 ini.
Penulis/Editor : Marwiah Syam
Comment