MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) mencatat kinerja perbankan Sulawesi Selatan (Sulsel) tumbuh positif pada Maret 2026.
Kepala OJK Sulselbar, Mochamad Muchlasin, mengungkapkan, kinerja perbankan di Sulsel menunjukkan pertumbuhan positif. Hal ini tercermin dari peningkatan Total Aset, Dana Pihak Ketiga dan Kredit.
“Tak hanya itu, Kinerja intermediasi perbankan Sulsel juga tetap terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 118,30 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah berada di level 3,73 persen,” kata Muchlasin, melalui siaran pers, Senin (25/5/2026).
Adapun Total aset perbankan pada posisi Maret 2026, kata Muchlasin, dicatatkan tumbuh sebesar 4,12 persen menjadi Rp213,44 triliun secara year on year (yoy).
Pun dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang juga dicatatkan tumbuh 7,33 persen menjadi Rp147,41 triliun (yoy).
“DPK di Provinsi Sulawesi Selatan ini didominasi oleh tabungan dengan share 61,45 persen, disusul Deposito sebesar 22,70 persen dan Giro sebesar 15,85 persen,” kata Muchlasin.
Sementara di sisi penyaluran dana, lanjut Muchlasin, OJK mencatat kredit perbankan Sulsel juga bertumbuh sebesar 5,19 persen menjadi Rp174,39 triliun (yoy).
“Pertumbuhan kredit tersebut, lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang hanya bertumbuh 3,76 persen pada Maret 2025. Ini menunjukkan meningkatnya aktivitas ekonomi dan permintaan pembiayaan masyarakat,” kata Muchlasin.
Dari capaian pertumbuhan kredit ini, lanjut Muchlasin, dicatatkan kredit produktif memiliki pangsa sebesar 52,69 persen dan berhasil tumbuh positif sebesar 2,79 persen (yoy). Sementara kredit konsumtif juga mencatatkan pertumbuhan yang tinggi, yakni sebesar 8,00 persen (yoy).
“Jika dilihat berdasarkan sektor ekonomi, kredit produktif yang disalurkan pada sektor perdagangan besar dan eceran memiliki porsi terbesar dengan share 22,00 persen dari total penyaluran kredit,” kata Muchlasin.
Comment