Perbankan Syariah Sulsel Tumbuh positif 

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) mencatat kinerja perbankan syariah di Sulawesi Selatan (Sulsel) tumbuh positif pada Maret 2026.

Kepala OJK Sulselbar, Mochamad Muchlasin, mengungkapkan, kinerja perbankan syariah di Sulsel tumbuh positif.

“Pertumbuhan ini juga diiringi tingkat intermediasi perbankan Syariah di Sulsel  yang berada pada level 122,77 persen dengan rasio Non Performing Financing (NPF) sebesar 1,77 persen,” kata Muchlasin, melalui siaran pers, Senin (25/5/2026).

Adapun Total aset perbankan syariah, kata Muchlasin, dicatatkan tumbuh sebesar 30,18 persen menjadi Rp22,82 triliun, dengan penghimpunan DPK yang juga dicatatkan tumbuh 23,31 persen menjadi Rp15,10 triliun secara year on year.

“Tak hanya itu, penyaluran pembiayaan juga dicatatkan tumbuh sebesar 24,16 persen menjadi Rp18,54 triliun secara year on year (yoy),” kata Muchlasin.

Meskipun pangsa pasar perbankan syariah masih lebih kecil dibandingkan perbankan konvensional, kata Muchlasin, namun tren market share perbankan syariah terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, dibandingkan dengan perbankan konvensional, perbankan syariah juga mencatatkan pertumbuhan yang jauh lebih tinggi pada Total Aset, DPK dan Pembiayaan.

“Hal ini menunjukkan akselerasi perkembangan dan peningkatan kontribusi perbankan syariah dalam industri perbankan di Sulawesi Selatan,” kata Muchlasin.

Comment