Unhas Kolaborasi Gojek Dorong Mahasiswa Kuasai Kompetensi Komunikasi Digital dan Industri Kreatif

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) kolaborasi PT Gojek Indonesia menghadirkan kegiatan ruang belajar dengan praktisi industri kreatif dan ekosistem digital nasional sebagai bagian dari penguatan sinergi dalam mendorong dan menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menguasai kompetensi komunikasi digital dan industri kreatif, serta memahami dinamika ekonomi digital yang terus berkembang. 

Melalui pendekatan dialog dan berbasis pengalaman praktis dalam kegiatan ini, mahasiswa diajak melihat media sosial tidak sekadar sebagai ruang ekspresi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membangun personal branding, jejaring profesional, hingga peluang karier.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Muhammad Ruslin, mengungkapkan, kolaborasi bersama Gojek menjadi bagian penting dalam menghadirkan ekosistem pembelajaran yang lebih dekat dengan realitas industri digital.

Kehadiran pelaku industri secara langsung memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami perubahan tren komunikasi digital, perilaku audiens, hingga strategi pengelolaan media sosial yang efektif dan produktif.

“Kampus menghadirkan berbagai mitra agar mahasiswa memiliki kesempatan membangun jejaring yang lebih luas. Dari kampus inilah nantinya lahir alumni-alumni yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan kebutuhan dunia kerja,” kata Ruslin, melalui siaran pers, Rabu (13/5/2026).

Saat ini, kata Ruslin, Unhas terus memperkuat desain pembelajaran berbasis pengalaman melalui berbagai program penguatan kompetensi, termasuk Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK), yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan dunia industri, masyarakat, dan berbagai tantangan nyata di lapangan.

Kebutuhan industri saat ini, lanjut Ruslin, tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi menempatkan soft skills, kemampuan komunikasi, jejaring, dan kreativitas sebagai kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda.

“Sekarang kebutuhan industri bukan hanya lulusan dengan kemampuan akademik yang baik, tetapi juga talenta yang memiliki value, kemampuan komunikasi, jejaring, dan skill tambahan. Karena itu, mahasiswa harus aktif bergaul, membangun relasi, dan membuka diri terhadap pengalaman baru,” kata Ruslin.

Gojek Head of Regional Public Policy and Government Relations at Gojek, Mohammad Khomeiny, mengungkapkan, keterlibatan Gojek menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan kapasitas generasi muda, khususnya dalam menghadapi perubahan ekosistem ekonomi kreatif dan digital di Indonesia.

 

 

 

 

Comment