Delapan Rekomendasi BI untuk Dorong  Pertumbuhan Ekonomi Sulsel

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel), Bank Indonesia (BI) Sulsel  memberikan delapan  rekomendasi.

Delapan Rekomendasi itu, diutarakan Kepala BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, saat Bincang Bareng Media (BBM) bertema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi, Mempertahankan Stabilitas” yang dilaksanakan di House of Rewako, Jl Pasar Ikan, Jumat (20/2/2026).

Rizki, mengungkapkan, untuk mendorong ekonomi Sulsel, Bank Indonesia memberikan delapan rekomendasi.

Adapun rekomendasi itu, yakni yang pertama, adalah menjaga daya beli dan pasokan pangan melalui penguatan distribusi antarwilayah, mitigasi risiko cuaca ekstrem, serta intervensi TPID yang terukur untuk menjaga inflasi tetap terkendali.

Yang kedua, memperkuat pasar domestik dan ekosistem industri hilir untuk mendorong domestik demand melalui perluasan jaringan distribusi, peningkatan keterjangkauan harga, dan penguatan rantai pasok antarwilayah.

Yang ketiga, menopang PMTB dan aktivitas konstruksi dengan memastikan proyek strategis yang telah berjalan tidak tertahan kendala administratif, ataupun pembiayaan.

Yang ke empat, melakukan perluasan hilirisasi mineral bernilai tambah tinggi melalui penguatan produk turunan strategis dan penerapan standar keberlanjutan untuk meningkatkan daya saing industri.

Yang kelima, mendiversifikasi struktur ekonomi daerah dengan mendorong pengembangan industri pengolahan berbasis pertanian, serta sektor jasa produktif untuk memperluas sumber pertumbuhan.

Yang ke enam, mempercepat realisasi belanja pemerintah daerah dengan frontloading belanja produktif dan percepatan belanja modal, guna menjaga momentum permintaan domestik di awal tahun.

Yang ke tujuh, memperkuat ketahanan fiskal daerah melalui optimalisasi PAD, peningkatan kualitas belanja, serta pemanfaatan skema pembiayaan alternatif, seperti KPBU dan penjajakan kerjasama pembiayaan dengan perusahan lokal, guna menjaga kesinambungan pembangunan.

Dan yang ke delapan, menjaga output sektor nikel dan industri pengolahan melalui koordinasi penyesuaian RKAB, agar transisi produksi terukur dan utilisasi smelter tetap optimal.

Berita Foto :  Muhammad Trisusanto

 

Comment