Antisipasi Lonjakan Harga Pangan, TPID Sulsel Terapkan Strategi

MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Sebagai upaya menekan inflasi dan mengantisipasi lonjakan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 2025, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se Sulawesi Selatan (Sulsel) menerapkan beberapa strategi.

TPID ini sendiri, terdiri dari Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi (Pemprov), DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bulog, BPS, dan Lembaga terkait lainnya.

Kepala BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, mengungkapkan, strategi yang dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga pada periode HBKN Idul Adha 2025, yakni melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang serentak dilaksanakan di semua daerah dengan berfokus pada komoditas penyumbang inflasi, seperti cabai, bawang merah, ikan dan minyak goreng.

“Upaya ini untuk mendukung stabilisasi harga pada HBKN Idul Adha 2025,” katanya, saat High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD, di Aula Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Rabu (28/5/2025).

Strategi lainnya, kata Rizki, memperluas jenis komoditi pada program mandiri benih yang mencakup hortikultura (cabai, bawang, tomat) serta bantuan bibit ikan, sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan. Untuk itu, tiap kabupaten/kota harus segera menyampaikan data CPCL, serta berkoordinasi dengan Operator Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Begitu pun, dengan Dinas Ketahanan Pangan di kabupaten/kota harus melakukan updating data neraca pangan secara konsisten, karena itu menjadi acuan pemerintah daerah (pemda) untuk menyusun kebijakan pengendalian pasokan dan stabilitas harga.

“Upaya lainnya, yakni mengkaji pembentukan BUMD Pangan sebagai off taker dari petani champion yang ada di masing-masing kabupaten/kota. Juga memperkuat cadangan pangan pemda dan memantau distribusi pangan keluar daerah, serta mewaspadai praktek penimbunan di tiap daerah,” kata Rizki.

 

 

Comment