MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menilai sektor jasa keuangan di wilayah Sulawesi Maluku Papua (Sulampua) masih terjaga stabil dengan kinerja yang baik tercermin dari pertumbuhan positif pada sektor perbankan, pasar modal dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB).
Kepala OJK Sulselbar, Darwisman, mengungkapkan, kinerja sektor keuangan di wilayah Sulampua dicatatkan tumbuh stabil.
“Total aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK), serta pertumbuhan kredit di Sulampua dicatatkan masing-masing tumbuh sebesar 6,69 persen, 5,53 persen dan 8,82 persen secara year on year (yoy) dengan tingkat intermediasi Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 124,19 persen dengan Non Performing Loan (NPL) yang terjaga di angka 2,58 persen,” katanya, melalui siaran pers, Selasa (17/9/2024).
Mengenai kinerja sektor pasar modal, kata Darwisman, juga dicatatkan adanya pertumbuhan Single Investor Identification (SID) yang signifikan di wilayah Sulampua pada posisi Juni 2024 yaitu sebesar 39,69 persen secara year on year (yoy) atau mencapai 883.690 SID.
“Instrumen investasi ini masih didominasi oleh reksadana dengan porsi dan pertumbuhan tertinggi,” katanya.
Terkait perkembangan industri keuangan non-bank (IKNB) di wilayah Sulampua, lanjut Darwisman, juga turut menunjukkan pertumbuhan pada posisi Juni 2024 secara year on year (yoy). Hal ini tercermin dari total piutang perusahaan pembiayaan yang tumbuh sebesar 12,18 persen menjadi 42,01 triliun, total pembiayaan modal ventura tumbuh sebesar 3,45 persen menjadi Rp688 miliar, pembiayaan yang disalurkan pergadaian tumbuh sebesar 35,05 persen menjadi 17,48 triliun dan total outstanding pinjaman fintech peer to peer lending yang tumbuh sebesar 61,92 persen menjadi Rp3,97 triliun dengan tingkat wanprestasi yang terjaga yaitu sebesar 1,72 persen.
“Sejalan dengan kinerja di wilayah Sulampua, perkembangan sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan juga turut menunjukkan kinerja yang baik,” katanya.
Comment