Vale Kolaborasi PPI KLHK Antisipasi Karhutla di Lutim

SOROWAKO, BERITAPEDOMAN.com – Sebagai bentuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Luwu Timur (Lutim), PT Vale Indonesia berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kolaborasi ini dituang melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk pembentukan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) PT Vale yang diikuti sebanyak 48 peserta dari 6 departemen di PT Vale dan dilaksanakan selama 3 hari, mulai Rabu (6/3/2024) hingga Jumat (8/3/2024).

Director Environment and Permit Management PT Vale, Zainuddin, mengatakan, melihat tingginya kasus kebakaran hutan yang terjadi tahun lalu, membuat pihaknya merasa perlu untuk menggelar Bimtek Pembentukan Brigade Pengendalian Karhutla PT Vale.

“Melalui Bimtek ini, kami juga ingin mendiskusikan beberapa hal, termasuk upaya dan antisipasi terjadinya karhutla di area kerja PT Vale. Di sini kita juga ada teman-teman dari fire rescue sebagai peserta,” kata Zainuddin, melaui siaran pers, Kamis (7/3/2024).

Adapun rangkaian kegiatan Bimtek, kata Zainuddin, diantaranya pemaparan materi Kebijakan Darkarhutla, Teori Dasar Darkarhutla, Pencegahan Karhutla, Teknik Pemadaman Karhutla, dan Pengenalan Peralatan Karhutla.

Selain materi, peserta juga melakukan praktik pemadaman karhutla yang dipandu oleh Team Manggala Agni dari Daops Wilayah II Malili dan dilaksanakan di kawasan Enggano, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur.

“Melalui Bimtek ini, kami harap akan lebih banyak lagi komunikasi yang dibangun nantinya karena kami tentunya masih butuh banyak masukan dan saling bertukar pikiran dalam upaya pencegahan karhutla di Luwu Timur, utamanya di area kerja PT Vale,” kata Zainuddin.

Sementara, Kepala Balai PPI Sulawesi, Benny Ahadian Noor, menyatakan, kegiatan Bimtek ini menjadi langkah awal untuk membangun kerjasama dengan PT Vale. Hal tersebut menjadi salah satu langkah atau upaya perusahaan menjalankan kewajibannya untuk membentuk tim pengendalian karhutla.

“Kita memang tidak bisa bekerja sendiri, karena itu dibutuhkan kolaborasi untuk menguatkan Sumber Daya Manusia atau SDM yang ada. Termasuk bagaimana kita melihat ketersediaan sarana dan prasarana yang diperlukan. Semua kami bahas di kegiatan Bimtek ini, apalagi Balai PPI memiliki tugas dan fungsi untuk melakukan peningkatan pemahaman, baik bagi pemerintah daerah, maupun pelaku usaha yang memiliki izin pinjam pakai kawasan hutan tentang risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Benny, juga mengakui, PT Vale sebenarnya sudah memiliki tim yang kuat, tetapi mungkin konsep atau sistem yang dibangun selama ini lebih ke penanganan kebakaran aset.

“Sementara kebakaran hutan dan lahan itu merupakan hal spesifik, jadi punya teknik dan cara penanganan khusus. Untuk itu, kesigapan mengenai itu perlu dijaga agar upaya pengendalian dan penanganan karhutla bisa terus ditingkatkan. Salah satunya melalui Bimtek ini sebagai ajang untuk belajar bersama dan saling menguatkan SDM,” katanya.

Comment