MAKASSAR, BERITAPEDOMAN.com – Sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan aktivitas ekspor bagi pelaku usaha dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), Bank Indonesia (BI) Sulsel kembali menggelar Anging Mammiri Business Fair (AMBF) 2023.
Gelaran AMBF ke tiga kalinya tahun ini, mengusung tema ”A Journey to Be A Global Player” dilaksanakan mulai Rabu hingga Kamis (8 – 9 November 2023), di Sandeq Ballroom, Hotel Claro, Jl Pettarani.
Kepala Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Causa Iman Karana, mengatakan, pelaksanaan AMBF ini merupakan bagian dari upaya pengembangan UMKM secara end-to-end, dengan memberikan exposure kepada UMKM binaan dan mitra untuk dapat melakukan pemasaran, transaksi, maupun kerjasama dalam bentuk business matching kepada pihak buyer lokal maupun internasional agar UMKM naik kelas dan go global.
Berdasarkan data Sensus Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik (BPS), dicatatkan UMKM memiliki porsi sebesar 98,33 persen atau sekitar 26 juta pelaku, dari total pelaku usaha secara nasional. Sementara itu, kegiatan ekspor juga memilki peran yang penting dalam perekonomian Sulawesi Selatan, dimana dicatatkan memberikan sumbangsih ekspor pada pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan dengan andil sebesar 10,58 persen dari PDB triwulan III tahun 2023, atau memiliki andil sebesar 0,57 persen dari total pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan di triwulan III tahun 2023 atau sebesar 4,05 persen secara year on year (yoy).
“Untuk itu, AMBF dilaksanakan tiap tahunnya, juga sebagai perwujudan nyata dari optimisme dan bentuk sinergi lintas stakeholders dalam pengembangan UMKM di Sulawesi Selatan,” katanya, Kamis (9/11/2023).
Pada AMBF tahun 2023 ini, kata Causa, dihadirkan 24 exhibitors dari dalam dan luar negeri, dengan beberapa negara tujuan ekspor, diantaranya Singapura, Thailand, Malaysia, Turki, Iran, Australia, Mesir, India, dan Tiongkok.
“AMBF di tahun 2023 ini, lebih menarik karena berbeda dengan event-event sebelumnya. Kali ini lebih bersifat showcasing atau pameran produk UMKM dan sebagian besar exhibitors merupakan pihak buyer dan agregator, sehingga para pelaku UMKM yang akan mengunjungi tiap-tiap booth di AMBF. Hal ini dilakukan untuk memperluas jejaring, menawarkan katalog dan membawa sampel produk, serta melakukan transaksi dagang secara langsung atau mendapatkan evaluasi dan masukan atas produknya,” katanya.
Sejalan dengan kegiatan AMBF tersebut, lanjut Causa, juga dilakukan beberapa sesi sharing pengetahuan aktivitas ekspor bagi pelaku UMKM dengan menghadirkan influencer dan juga pelaku ekspor di Indonesia.
“Melalui sesi tersebut, diharapkan UMKM yang hadir sebagai peserta bisa memperoleh tambahan pengetahuan mengenai proses dan mekanisme ekspor serta tips-tips untuk mencari peluang dari pasar luar negeri,” katanya.
Comment